Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bitcoin: Investor Rugi Rp 14 Juta dalam Semalam

| November 26, 2020 WIB | 0 Views

HaiTekno.com - Bitcoin kini mulai dilirik investor. Tetapi kalian harus tahu bahwa harga Bitcoin bergerak sangat fluktuatif. Buktinya, investor bisa rugi hingga Rp 14 juta dalam semalam.

Mengutip Coindesk, hingga pukul 14.08 WIB, Bitcoin dihargai US$17.885 per koin atau setara Rp 250,39 juta (asumsi Rp 14.000/US$). Dalam 24 jam terakhir harga Bitcoin anjlok 5,51% atau US$1.043,34 (Rp 14,7 juta).

Harga tertinggi Bitcoin dalam 24 jam terakhir US$19.474,87 per koin. Ini mendekati harga tertinggi sepanjang masa pada 2017 lalu senilai US$19.665,39 per koin, seperti dikutip Kamis (26/11/2020).

Penurunan harga Bitcoin hari ini ditengarai karena aksi ambil untung dari sejumlah investor dan trader. Maklum, sejak awal tahun Bitcoin sudah memberikan tingkat pengembalian (return) 149%.

Sejumlah hedge fund memperkirakan harga Bitcoin bisa tembus US$100.000 tahun depan. Bagi Head Investment hedge fund Off the Chain Capital Brian Estes mengungkapkan kenaikan harga US$18.000 ke US$100.000 dalam setahun bukan hal yang sulit terjadi pada Bitcoin.

"Saya telah melihat bitcoin naik 10X, 20X, 30X dalam setahun. Jadi, naik 5X bukanlah masalah besar," ujar Brian Estes seperti dikutip dari Reuters.

Brian Estes memperkirakan Bitcoin dapat mencapai US$ 100.000 hingga US$ 288.000 pada akhir 2021, menggunakan metode stock-to-flow ratio yang mengukur kelangkaan komoditas seperti emas. Model itu, katanya, memiliki korelasi 94% dengan harga Bitcoin.

Analis teknis Citi, Tom Fitzpatrick mengatakan dalam sebuah catatan minggu lalu bahwa bitcoin dapat naik hingga US$ 318.000 pada akhir tahun depan, dalam laporannya kepada nasabah institusi.

Namun bagi pedagang Bitcoin independen Kevin Muir yang berbasis di Toronto mengaku prediksi tersebu tak bisa dipercayai sepenuhnya.

"Setiap model yang digunakan hedge fund untuk memprediksi harga Bitcoin adalah sampah. Anda tidak bisa menjadikan model itu acuan," ujar Kevin Muir. "Apakah itu masuk akal? Tentu saja. Tetapi apakah benar-benar ada petunjuk soal itu? Tidak mungkin."