Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

KONDISI MAHASISWA BELAJAR ONLINE DARI KAMPUNG

| Oktober 02, 2020 WIB | 0 Views


Belide - Kami yang belajar secara online di kampung memiliki dua rasa yaitu antara rasa senang dan gelisah, dimana rasa senang kami dapatkan dimana kami harus tinggal bersama orangtua di kampung, pastinya kalau sudah tinggal sama orangtua dikampung kita lebih teratur makan dan tidur, dikarenakan orangtua kita mengingatkan kita makan, berbeda dengan suasana dikos, dimana kalau tinggal di kos makan tidak teratur dan kadang-kadang kita takut makan yah karna memikirkan uang untuk hari esok.

Rasa gelisah yang kami rasakan belajar dikampung berfariasi, ada yang takut akan kuota, ada yang takut jaringan tiba-tiba hilang, ada yang takut akan tugas yang diberikan oleh dosen dimana kadang-kadang sarana atau media membuat tugas tidak ada dikampung, dan masih banyak lagi kegelisahan yang kami rasakan.

Entah sampai kapan kami harus belajar secara online ini, bukan lagi orangtua kami yang mengalami dampak covid-19 ini harus membayar kewajiban untuk membayar uang kuliah dan biaya lainnya untuk biaya belajar anak-anaknya, Terkadang tidak tega rasanya melihat mereka bekerja keras demi kami karena mereka sudah tua.

Lain lagi ada tenaga pengajar kami kurang mengerti akan kondisi kami yang belajar dari kampung, terkadang mereka bilang kita kurang persiapan padahal kita sudah siap sekali untuk mengikuti pembelajarannya, tapi karna tiba-tiba jaringan kita lemah dan kita ditanya kita menjawab tapi tidak bisa dia dengar, mau ngaktifin kamera dibilang belum aktif, mau ngirim tugas saat persentasi online tiba-tiba keluar sendiri dan masih banyak lagi kendala untuk kami.

Mau pigi ke kota untuk mendapatkan jaringan dan fasilitas belajar yang lengkap kita tidak dibolehkan orangtua, karena mereka takut akan anaknya akan terpapar covid di kota.

Terkadang bingung dengan cita-cita kami kalau kondisi ini tidak berubah.