Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

DAMPAK COVID-19 PADA KAMI YANG TINGGAL DIKAMPUNG

| Oktober 02, 2020 WIB | 0 Views


Belide - Sudah hampir tujuh (7) bulan lamanya kami para anak kampung mengalami pahitnya dampak covid-19 ini. Sulit rasanya percaya bahwa covid ini begini lamanya melanda dunia ini, orang-orang petinggi negara sudah melakukan beberapa upaya supaya covid ini cepat berlalu, tetapi begitulah mungkin belum saatnya atau ada rencana lain kita belum tahu.

 Bicara tentang covid saya rasa kami anak yang tinggal dikampunglah paling terdampak di dunia ini, seperti dibidang ekonomi dan pendidikan. Kita tahu kami yang tinggal dikampung mendapatkan uang dari bertani, padahal selama pandemi ini hasil pertanian kami harga jualnya sangatlah rendah atau murah sehingga membuat para orangtua disini nampak gelisah akan har-hari berikutnya, saya lihat para orang tua bekerja keras, pergi pagi keladang dan pulang malam dari ladang sedih rasanya melihatnya. selama pandemi ini rasanya mereka bekerja dengan keras tidak sesuai dengan mereka yang harapkan, mereka juga takut akan melihat pendidikan anak-anaknya yang harus belajar daring yang menurut kami yang tinggal di kampung ini tidak efektif. mereka takut akan jadi apa anak-anaknya ini kelak kalau suasana tetep begini, mereka berpikir apakah anak kami akan seprti kami juaga bekerja mati-matian.

Apalagi para mahasiswa yang tinggal dikampung mereka sangat merasa gelisah, mereka gelisah akan orantua yang bekerja keras saat pandemi, gelisah menunggu jaringan bagus atau tidak saat berlangsungnya proses pembeljaran saat daring, gelisah saat akan membayar uang kuliah yang saat ini kondisi ekonomi masing-masing sangat buruk, gelisah akan kuota yang mereka gunakan, gelisah sama android yang meeka gunakn kurang bagus atau bahasa gaulnya sekrang hp kentang, masih banyak lagi kegelisahan yang dialami para mahasiswa, seakan-akan tahun ini adalah tahun yang paling sial bagi kami mahasiswa yang tinggal dikampung bisa dikatakan tahun gelisah, dikaraenakan tahun inilah tahun dimana para orang-orang di dunia merasa gelisah yang mendalam.
 
Begitu juga dengan adek-adek pelajar yang harus daring yang sangat tidak efektif dilakukan di kampung, dikarenakan anak-anak dikampung tidak memiliki android, hanya menggunakan satu android milik orangtua atau abangnya itupun kalau ada, padahal dalam satu keluarga ada lebih 2-4 anak yang memerlukan android. Banyaknya grup kelas yang ada di WA dan aplikasi lainnya yang diperlukan saat belajar daring membuat HP cepat panas dan susah digunakan padahal anak-anak harus bergantian memakai androidnya dan tugas yang banyak harus cepat-cepat dikumpul.
 
Mungkin kami anak kampung beda dengan kawan-kawan kami yang tinggal di kota yang memilik android yang bagus dan jaringan yang bagus serta kuota yang murah, sungguh kasihan kami anak yang tinggal di kampung ini.
 
Oh yang maha kuasa kami bermohon tolong angkat Covid-19 ini dari bumi kami ini.