Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

5 Fakta Kesehatan Makan Ceker Ayam

| Oktober 22, 2020 WIB | 0 Views
Foto: iStock

HaiTekno.com - Di Indonesia, ceker ayam dimanfaatkan sebagai makanan lezat. Sebelum mengonsumsinya, ketahui dulu fakta kesehatan tentang ceker ayam.

Ceker ayam merupakan bagian kaki ayam. Bagiannya terdiri dari kulit, tulang rawan dan tendon. Meski tanpa daging, tetapi ceker ayam mengandung nutrisi yang menyehatkan.

Namun, manfaat ceker ayam bisa berubah menyebabkan efek samping pada kesehatan tubuh, jika diolah dengan cara yang salah. Mulai dari proses pembersihan hingga proses memasak.

Ada beberapa tips yang harus diperhatikan saat membersihkan ceker ayam. Jika sudah bersih, ceker ayam dapat diolah menjadi berbagai makanan yang lezat.

Dilansir dari Healthline (19/10) berikut 5 fakta kesehatan ceker ayam.


1. Nutrisi Ceker Ayam

Ceker ayam terdiri dari tulang, kulit, urat otot atau tendon. Meski tidak ada bagian dagingnya, tetapi ceker ayam cukup bergizi.

Itu karena ceker ayam mengandung vitamin dan mineral dalam jumlah yang cukup. Dalam dua ceker ayam seberat 70 gram mengandung protein sekitar 70%.

Jumlah tersebut merupakan total dari kolagen dan protein struktural yang memberikan bentuk, kekuatan dan ketahanan terhadap kulit, tendon dan tulang pada ceker ayam.

Selain itu, ceker ayam juga merupakan sumber folat yang baik. Nutrisi itu dapat membentuk sintesis DNA berupa vitamin B9 untuk membantu mencegah kelainan kelahiran.


2. Manfaat Ceker Ayam

Tentu ceker ayam memiliki manfaat untuk dikonsumsi. Manfaat kesehatan tersebut sebagian besar terkait dengan kandungan kolagennya yang tinggi.

Manfaatnya dapat meningkatkan kesehatan pada kulit. Kandungan kolagen memang dapat meningkatkan elastisitas dan kepadatan kulit.

Ceker ayam juga bisa membantu mengurangi nyeri sendi. Penelitian menunjukkan bahwa kolagen dapat merangsang jaringan untuk mengurangi gejala osteoartritis.

Selain itu, asupan kolagen dapat meningkatkan pembentukan dan kepadatan tulang pada wanita terutama pasca menopause. Serta mengontrol gula darah dan menjaga kesehatan jantung.


3. Efek Samping Makan Ceker Ayam

Makan ceker ayam juga bisa menyebabkan efek samping jika tidak diolah dengan cara yang benar. Mulai dari cara membersihkan, cara memasak hingga porsi makan.

Misalnya, ceker ayam sering diolah dengan cara digoreng. Cara itu bisa meningkatkan lemak trans dan lemak tak jenuh yang berbahaya untuk kesehatan jantung.

Saat membeli ceker ayam pastikan untuk membersihkan dengan benar. Mereka yang tampak kotor atau memiliki kulit yang terbakar amonia menunjukkan cara pembersihan yang buruk.

Kamu harus membuang bagian yang kulit yang terbakar amonia yang terlihat seperti kapalan. Itu sering kali disebabkan oleh ayam yang berdiri di atas kotorannya sendiri.

Ancaman tersedak juga bisa disebabkan dari mengonsumsi ceker ayam. Itu karena ceker ayam terdiri dari beberapa tulang kecil.


4. Cara Membersihkan Ceker Ayam

Biasanya ceker ayam yang dijual di pasaran sudah dikuliti. Jadi, kamu bisa meminta penjualnya untuk memotong kukunya.

Selain itu, ceker ayam harus dicuci bersih. Periksalah satu per satu tulang-tulang kecil pada ceker ayam. Jika menemukan sisi kulit yang tebal, maka harus dibuang.

Kemudian cuci kembali ceker ayam. Lalu, berikan air jeruk nipis atau larutan air cuka sambil digosok-gosok hingga kulitnya tidak terasa licin.

Selanjutnya kembali bilas dengan air bersih. Lalu rendam ceker ayam ke dalam campuran air dan soda kue.

Rendam selama 30 menit hingga satu jam agar tidak amis dan teksturnya empuk. Terakhir tiriskan ceker ayam dan bilas dengan air bersih.


5. Olahan Ceker Ayam

Ceker ayam dapat diolah dengan berbagai cara. Salah satunya bisa dicampur ke dalam sup berkuah kaldu. Tambahan ceker saat maka sayuran dirasa lebih baik daripada digoreng.

Namun, sekarang banyak ceker yang diolah jadi jajanan super pedas. Ceker ayam tersebut dibalut dengan sambal, sehingga warnanya merah kehitam-hitaman.

Nah, saat mengonsumsi ceker ayam pedas itu sebaiknya dalam porsi yang cukup. Jangan berlebihan karena bisa meningkatkan kalori dalam tubuh.