Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

PENGARUH BIMBINGAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR

| September 27, 2020 WIB | 0 Views


PENGARUH BIMBINGAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR KELAS VIII SISWA DI SMP NEGERI 1 TALANG UBI


NAMA             : NABILA PUTRI GUSMI
NIM                     : 2016 141 066
SEMESTER/KELAS    : 5.B
MATA KULIAH     :METEDOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF
DOSEN PENGAMPUH     : AHMAD ROFY M.Pd.Kons.


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG
2018





BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pendidikan pada dasarnya merupakan interaksi antara pendidik dengan peserta didik, untuk mencapai tujuan pendidikan, yang berlangsung dalam lingkungan tertentu. Interaksi ini disebut interaksi pendidikan, yaitu saling pengaruh antara pendidikan dengan peserta didik. 
Pendidikan merupakan sarana mutlak yang dipergunakan untuk mewujudkan masyarakat madani yang mampu menguasai, mengembangkan, mengendalikan dan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Output pendidikan belum mampu berjalan seimbang dengan tuntutan zaman, hal ini disebabkan minimnya penguasaan terhadap disiplin ilmu yang diperoleh melalui proses pendidikan. Keadaan ini menjadi tantangan bagi para pendidik untuk mempersiapkan peserta didiknya dalam memasuki masa depan. 

Dalam kenyataan nya, pelaksanaan bimbingan belajar di hadapkan pada banyak kesulitan dan hambatan. Sebagian dari hambatan itu timbul karena keadaan dunia pendidikan sekolah dinegara Indonesian yang masih dalam taraf perkembangan, sebagian timbul karena sikap keluarga yang mengharapkan ini dan itu atau kurang mendukung usaha belajar anak, sebagaian timbul karena sikap siswa atau mahasiswa senderi yang kurang mampu mengatur diri nya senderi, sebagian lagi timbul karena guru kurang mampu dalam mengelolah proses belajar-mengajar.(W.S.Winkel, 1997:141)
Meskipun demikian masih banyak permasalahan yang dihadapi siswa berkenaan dengan kebiasaan belajarnya yang tergolong masih belum efektif. 

misalnya belajar asal belajar, belajar tanpa persiapan, pasif akan kegiatan kelas, baru belajar pada saat akan ujian atau ulangan saja, serta tidak mempunyai motivasi yang tinggi untuk belajar. Hal ini dapat ditunjukkan oleh perbedaan nilai prestasi masing-masing siswa, ada yang di atas rata-rata kelas, di bawah rata-rata kelas dan ada pula yang berada tepat pada garis rata-rata kelas. Kenyataan tersebut mendorong peneliti untuk secara khusus memberikan layanan pembelajaran bidang bimbingan belajar dalam bentuk eksperimen guna membuktikan efektifitas layanan pembelajaran bidang bimbingan belajar dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Layanan pembelajaran diberikan kepada siswa agar dapat membantu siswa mengembangkan kebiasaan belajar yang baik untuk mengenal pengetahuan dan keterampilan seta menyiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi. 

Dengan adanya bimbingan belajar di sekolah diharapkan dapat mengoptimalkan prestasi siswa. Bentuk bimbingan yang diberikan di sekolah berupa penguasaan konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terutama konten-konten yang berisi kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga, dan masyarakat (Moh.Hasan, 2010: 11). Sehingga dikemas dalam bentuk bimbingan belajar. 

Dari latar belakang di atas, masalah bimbingan belajar terhadap prestasi siswa yang terjadi di dalam sekolah masih perlu diteliti. Dengan demikian penulis ingin meneliti, Apakah bimbingan belajar bisa meningkatkan prestasi belajar siswa disekolah atau tidak. Dari uraian di atas penulis merasa tertarik melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Bimbingan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Kelas VIII Siswa SMP NEGERI 1 Talang Ubi Kapubaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun Ajaran 2018/2019”.  

Rumusan Masalah

Seberapa besar prestasi belajar siswa di SMP NEGERI 1 Talang Ubi ?
Adakah pengaruh bimbingan belajar terhadap prestasi belajar siswa di SMP NEGERI 1 Talang Ubi ?
Seberapa besar pengaruh bimbingan belajar terhadap prestasi belajar siswa di SMP NEGERI 1 Talang Ubi ?

Tujuan Penelitian

>
Untuk mengetahui seberapa besar prestasi belajar siswa di SMP NEGERI 1 Talang Ubi
Untuk mengetahui ada atau tidak pengaruh bimbingan belajar terhadap prestasi belajar siswa di SMP NEGERI 1 Talang Ubi
Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh bimbingan belajar terhadap prestasi belajar siswa di SMP NEGERI 1 Talang Ubi

Manfaat Penelitian

Manfaat Teoritis
Memberikan sumbangan bagi perkembangan ilmu pengetahuan khususnya layanan pembelajaran bidang bimbingan belajar dalam Bimbingan dan Konseling.
Dapat dijadikan sebagai bahan rujukan bagi peneliti selanjutnya pada kajian yang sama tetapi pada ruang lingkup yang lebih luas dan mendalam di bidang bimbingan belajar.

Manfaat Praktis

Bagi peneliti
Dapat menambah pengalaman dan keterampilan cara meningkatkan prestasi siswa melalui pemberian layanan bimbingan belajar.
Bagi sekolah
Dapat dijadikan acuan atau pedoman utuk memeberika rekomendasi kepada guru-guru yang lain dalam pemberian bimbingan belajar kepada siswa pada mata pelajaran yang diampu
Bagi jurusan
Penelitian ini dapat menambah koleksi kajian tentang layanan pembelajaran di bidang bimbingan belajar.


BAB II

KAJIAN TEORI

Bimbingan Belajar

Pengertian Bimbingan Belajar 
Bimbingan belajar memiliki dua makna yaitu bimbingan secara umum yang mempunyai arti sama dengan mendidik atau menanamkan nilai-nilai, membina moral, mengarahkan peserta didik supaya menjadi orang baik. Sedangkan makna bimbingan yang secara khusus yaitu sebagai suatu upaya atau program membantu mengoptimalkan perkembangan peserta didik. Bimbingan ini diberikan melalui bantuan pemecahan masalah yang dihadapi, serta dorongan bagi pengembangan potensi-potensi yang dimiliki peserta didik.

Menurut Prayitno dan Erman Ani, (2004:99) memberikan batasan mengenai bimbingan belajar sebagai berikut: Bimbingan belajar adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang ahli kepada orang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa agar yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan belajar dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan saran yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.

Menurut Yusuf dan Nurihsan (2005:82), bimbingan dapat diartikan sebagai upaya pemberian bantuan kepada peserta didik dalam rangka mencapai perkembangannya yang lebih optimal. Surya dalam Sukardi (2000:20), mengatakan bahwa bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis dari pembimbing kepada yang dibimbing agar tercapai kemandirian dalam pemahaman diri dan perwujudan diri dalam mencapai tingkat perkembangan yang optimal dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Berdasarkan beberapa definisi diatas, dapat diketahui bahwa bimbingan merupakan suatu proses yang berkesinambungan, sehingga bantuan itu diberikan secara sistematis, berencana, terus-menerus, dan terarah kepada tujuan tertentu. Dengan demikian kegiatan bimbingan bukanlah kegiatan yang asal-asalan. Bimbingan merupakan proses membantu individu, dengan menggunakan kata membantu berarti dalam kegiatan bimbingan tidak adanya unsur paksaan, bahwa bantuan diberikan kepada setiap individu yang memerlukannya didalam proses perkembangannya dan bantuan yang diberikan melalui pelayanan bimbingan bertujuan agar individu dapat mengembangkan dirinya secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya. 

Dengan demikian bimbingan belajar dapat diartikan sebagai proses pemberian bantuan dari guru atau guru pembimbing kepada peserta didik agar terhindar dari kesulitan belajar yang mungkin muncul selama proses pembelajaran, sehingga peserta didik dapat mencapai hasil belajar yang optimal, dan optimal dalam kontek belajar dapat dimaknai sebagai pesrta didik yang efektif, produktif dan prestatif. Dapat diberi kesimpulan bahwa bimbingan belajar adalah suatu proses pemberian bantuan terus menerus dan sistematis kepada individu atau peserta didik dalam memecahkan masalah yang dihadapinya terkait dengan kegiatan belajar. Adapun privat atau bimbingan individu menunjukkan usaha-usaha yang sistematis dan berencana membantu peserta didik secara perorangan agar dapat mengatasi masalah yang sedang dihadapinya. Secara 
belajar kelompok merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh dua atau lebih untuk membahas suatu materi dalam pelajaran yang sedang dihadapinya. 

Tujuan Bimbingan Belajar

Secara umum tujuan dari bimbingan belajar menurut Muhibin Syah, (2004:23) adalah tercapainya penyesuaian akademis secara optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki siswa. Secara khusus, tujuan bimbingan belajar adalah sebagai berikut: 
Siswa yang dapat memahami dirinya, misalnya siswa dapat memahami keunggulan dan kelemahan diri. Hal ini dapat tercipta jika siswa merasa aman dan bebas untuk mengungkapkan serta mewujudkan dirinya. 

Siswa memiliki keterampilan dalam belajar, misalnya keterampilan membuat pertimbangan sebelum mengambil keputusan dan mengambil keputusan secara matang-matang. Siswa harus diperkenalkan dan dilatih pada situasi permasalahan ataupun persoalan yang rumit yang harus siswa alami agar dapat memberi pertimbangan dan menemukan penyelesaian paling tepat.

Siswa mampu memecahkan masalah belajarnya, misalnya bagaimana cara menyelesaikan persoalan kreatif, tidak cukup hanya untuk mengemukakan macam-macam (gagasan), atau yang menghasilkan sejumlah kemungkinan penyelesaian masalah. Dapat membuat pilihannya, siswa harus mempunyai alasan dan patokan yang relevan untuk menilai pilihan yang terbaik. 
Terciptanya suasana belajar yang kondusif bagi siswa. Kondisi lingkungan yang dapat memupuk kemampuan siswa yaitu terlebih dahulu guru harus memahami siswa dan harus memberiikan pengertian dengan mencoba menempatkan diri dalam situasi dan sudut pandang siswa. 

Prestasi Belajar

Pengertian Prestasi Belajar
Menurut Sudjana (2009:23) menjelaskan bahwa,”Hasil belajar dalam ranah kognitif berupa pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi”. Pengetahuan merupakan hasil belajar paling awal yang biasanya diterapkan dalam pembelajaran yang bersifat hafalan seperti rumus, definisi, istilah, perundangan, dan lainnya. Setelah pengetahuan tingkat berikutnya adalah pemahaman yang terdiri dari pemahaman terjemahan arti sebenarnya, pemahaman penafsiran dengan menghubungkan suatu pemahaman dengan pemahaman terhadap makna di balik pemahaman yang tampak. 

Prestasi merupakan kecakapan hasil konkrit yang dapat dicapai pada saat ataupun periode tertentu. Berdasarkan pendapat tersebut. prestasi dalam penelitian ini merupakan suatu hasil yang telah dicapai siswa dalam proses pembelajaran. Belajar merupakan suatu pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan. Jadi prestasi belajar adalah hasil belajar yang telah dicapai menurut kemampuan siswa dan ditandai dengan perkembangan serta perubahan bahkan tingkah laku pada diri seseorang yang diperlukan dari hasil belajar dengan waktu tertentu, prestasi belajar ini dapat dinyatakan dalam bentuk nilai dan hasil tes atau ujian. Beberapa pengertian belajar menurut Para pakar pendidikan mengemukakan pengertian yang berbeda antara satu dengan lainnya, namun demikian selaku mengacu pada prinsip yang sama.

Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

Prestasi belajar bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri, tetapi merupakan hasil berbagai faktor yang melatar belakanginya. Dengan demikian, untuk memahami tentang prestasi belajar perlu didalami faktor-faktor yang mempengaruhinya.

• Pengaruh Faktor Eksternal
Faktor ekstenal yang dapat mempengaruhi prestasi belajar peserta didik dapat digolongkan kedalam faktor sosial dan non sosial. Faktor sosial menyangkut hubungan antar manusia yang terjadi dalam berbagai berbagai situasi sosial. Dalam faktor ini termasuk lingkungan keluarga, sekolah, teman dan masyarakat pada umumnya. Sedangkan faktor non sosial adalah faktor-faktor lingkungan yang bukan sosial seperti lingkungan alam dan fisik, misalnya keadaan rumah, ruang belajar, fasilitas belajar, buku-buku sumber, dan sebagainya.

• Pengaruh Faktor Internal
Sekalipun banyak pengaruh atau rangsangan dari faktor eksternal yang mendorong individu belajar, keberhasilan belajar itu akan ditentukan oleh faktor diri (internal) beserta usaha yang dilakukannya. 
Brata mengklasifikasikan faktor internal mencakup: 
faktor-faktor fisiologis, yang menyangkut keadaan jasmani atau fisik individu, yang dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu keadaan jasmani pada umumnya dan keadaan fungsi-fungsi jasmani tertentu terutama panca indra 
faktor-faktor psikologis yang berasal dari dalam diri seperti intelegensi, minat, sikap, dan motivasi 
Intelegensi merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap tinggi rendahnya prestasi. Intelegensi merupakan dasar potensial sebagai pencapaian hasil belajar, artinya hasil belajar yang dicapai akan bergantung pada tingkat inteligensi, dan hasil belajar yang dicapai tidak akan melebihi tingkat intelegensinya.

Kerangka Berpikir

Berdasarkan uaraian yang telah dipaparkan diatas maka dalam penelitian ini di pandang perlu mengajukan kerangka konspetual, yaitu:
Peserta didik adalah setiap manusia yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan. Baik pendidikan formal maupun pendidikan non formal pada jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu.
Bimbingan belajar dilakukan dengan cara mengembangkan suasana mengajar yang kondusif agar terhindar dari kesulitan belajar. Bimbingan belajar merupakan salah satu bimbingan yang diarahkan untuk membantu para individu atau siswa dalam menghadapi dan memecahkan masalah dalam hal belajarnya. Dalam bimbingan belajar dapat terlaksana.

Dalam dua hal, yaitu :
  • Orang tua adalah ayah dan Ibu sebagai pendidik utama dan peratama bagi anak-anak mereka, karena dari merekahlah anak-anak menerima pendidikan. 
  • Guru adalah sebagai pendidik dan pengajar anak yang di ibaratkan seperti orangtua bagi murid. 
Lembaga pendidikan merupakan lembaga pendidikan formal di sekolah dan formal dilembaga bimbingan belajar diluar jam mata pelajaran sekolah.
Dengan adanya bimbingan belajar yang diikuti oleh peserta didik dan disetujui oleh orang tua murid yang dilaksanakan diluar jam mata pelajaran sekolah dan diadakan dilingkungan sekolah maka dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu prestasi belajar merupakan suatu pencapaian yang merupakan akumulasi dari nilai yang diperoleh selama mengikuti pelajaran yang ditunjukkan oleh nilai rapor.



BAB III

METODOLOGI

        

Metode/ Desain

Penelitian ini termasuk penelitian korelasional. Penelitian korelasional adalah penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada-tidaknya hubungan antara dua atau beberapa variabel pada suatu studi kelompok subjek.

Tempat Dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Talang Ubi Tahun Ajaran 2018/2019. Waktu penelitian adalah waktu yang digunakan selama penelitian berlangsung. Waktu penelitian ini dimulai April – Mei 2019. 

Variabel Penelitian

Variabel adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian” (Arikunto, 1996:99). Berdasarkan definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa variabel merupakan objek yang bervariasi dan dapat dijadikan sebagai titik perhatian suatu penelitian. Variabel dalam penelitian ini adalah layanan pembelajaran bimbingan belajar sebagai variabel bebas dan prestasi belajar sebagai variabel terikat. Karena dalam penelitian ini variabelnya ganda maka variabel yang satu mempunyai hubungan atau pengaruh dengan variabel yang lain. Variabel X (variabel bebas) mempengaruhi variabel Y (variabel terikat). 

Populasi dan sempel

Populasi
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian” (Arikunto, 1996:115). “Populasi merupakan keseluruhan individu atau objek yang diteliti yang memiliki beberapa karakteristik yang sama “(Latipun, 2002: 29) Berdasarkan pendapat tersebut di atas, maka dapat diartikan bahwa populasi adalah keseluruhan subjek penelitian yang memiliki karakteristik yang sama. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Talang Ubi yang berjumlah 117 siswa, 

Sampel
Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling atau pengambilan sampel secara acak atau sederhana. Menurut Weirsma (dalam Sevilla, 1993) teknik pengambilan secara acak adalah suatu metode pemilihan ukuran sampel dan suatu populasi dimana setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama dan semua kemungkinan penggabungannya yang diseleksi sebagai sampel mempunyai peluang yang sama. 

Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerja lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap, dan sistematis sehingga mudah diolah (Suharsimi Arikunto, 2006:160). Dari pendapat di atas maka instrument penelitian dapat diartikan sebagai alat atau fasilitas yang digunakan untuk mengungkap proyek penelitian dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Instrument yang disusun dalam penelitian ini ada 2 yaitu: pelaksanaan bimbingan konseling belajar dan Prestasi belajar yang menggunakan metode angket (kuisioner). 

Hipotesis

Hipotesis dapat diartikan sebagai jawaban sementara terhadap permasalahan penilaian sampai terbukti melalui data yang terkumpul” (Arikunto, 1998: 67). Sebagai dugaan sementara, maka belum tentu benar dan karenanya perlu dibuktikan kebenarannya. Hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut "Pemberian layanan bimbingan belajar untuk meningkatkan prestasi belajar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Talang Ubi. 

Rencana penelitian

Sesuai dengan judul penelitian yaitu tentang “Pengaruh Bimbingan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Kelas VIII Siswa di SMP Negeri 1 Talang Ubi ”. Maka dalam pelaksanaan penelitian ini, peneliti menempuh tahapan-tahapan sebagai berikut:
Tahap Persiapan
Tahap Pelaksanaan
Tahap Pelaporan
Dari ketiga tahap tersebut akan diuraikan satu-persatu sebagai berikut:
Tahap Persiapan
Tahap ini merupakan usaha untuk mempersiapkan penelitian, dalam hal ini yang dipersiapkan adalah sebagai berikut:
Menetapkan judul dan permasalahan, melakukan pengkajian kepustakaan yang berkaitan dengan permasalahan yang telah ditemukan dan melakukan studi ke lapangan dengan tujuan untuk mengetahui apakah data yang diharapkan tersedia.
Konsultasi dengan dosen pembimbing tentang judul, permasalahan beserta latar belakangnya.
Meminta surat pengantar dari Ketua Prodi Bimbingan Konseling Universitas PGRI Palembang untuk menunjukkan identitas bahwa peneliti benar-benar mahasiswa Prodi Bimbingan Konseling Universitas PGRI Palembang.
Menghubungi tempat penelitian, yaitu peneliti menyampaikan surat pengantar kepada Kepala SMP Negeri 1 Talang Ubi untuk mendapatkan persetujuan mengadakan penelitian serta melakukan studi lapangan.
Membuat proposal penelitian, yang berisikan tentang judul penelitian, permasalahan dan latar belakang masalah, tujuan penelitian, landasan teori, jenis data, sumber data, teknik pengambilan data dan teknik pengolahan data penelitian.

Tahap Pelaksanaan
Setelah masa persiapan selesai, maka langkah selanjutnya peneliti terjun ke lapangan melaksanakan penelitian. Dengan langkah sebagai berikut:
Pengambilan data dengan cara melakukan penyebaran angket yang ditujukan kepada siswa kelas VIII yang menjadi sampel penelitian. 
Menghitung data yang diperoleh
Menghitung skor angket tentang bimbingan belajar, selanjutnya menghitung rata-rata pengolahan ini digunakan untuk menjawab permasalahan nomor 1 yaitu “Bagaimanakah bimbingan belajar yang diperoleh siswa yang ada di SMP Negeri 1 Talang Ubi?”
Data prestasi belajar yang diperoleh dari raport semester I dibuatkan kelas interval, kemudian dihitung presentase setiap kelas interval. Hal ini digunakan untuk menjawab permasalahan nomor 2 yaitu “Bagaimana Prestasi Belajar Siswa yang ada di SMP Negeri 1 Talang Ubi?”
Tahap Pelaporan.
Pada tahap ini peneliti menyusun laporan hasil penelitian dalam bentuk proposal.


DAFTAR PUSTAKA

Andi Thahir, Babay Hidriyanti, 2014. PENGARUH BIMBINGAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR  SISWA PONDOK PESANTREN MADRASAH ALIYAH  AL-UTRUJIYYAH KOTA KARANG, Jurnal Bimbingan dan Konseling 01 (2) (2014) 63-76 (diakses pada 22 desember 2018)

Ni Putu Sri Nonik Andayani, 2014. Penerapan Layanan Bimbingan Belajar untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Bagi Siswa yang Mengalami Kesulitan Belajar pada Kelas X4 SMA Negeri 1 Sukasada Tahun Pelajaran 2013/2014, Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Undiksha Vol 2, No 1 (2014) (diakses pada 22 desember 2018)
SURIPTO, 2018.  PENGARUH BIMBINGAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 2 REJOTANGAN KABUPATEN TULUNGAGUNG, G-COUNS Jurnal Bimbingan dan Konseling, Vol 2, No 2 (2018). (diakses pada 22 desember 2018)
Nihayah, 2018. PENGARUH BIMBINGAN BELAJAR TERHADAP KEJENUHAN DALAM BELAJAR PADA SISWA KELAS XI DI SMAN I GERUNG KABUPATEN LOMBOK BARAT, Jurnal Realita Bimbingan dan Konseling FIP IKIP Mataram, Volume 3 Nomor 6 Edisi Oktober 2018(diakses pada 26 Desember 2018)

Dimyati Mahmud. 2004. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Slameto. 2003. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta.

 Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Renika Cipta.
Pudyastuti, Septina G. 2010. ”Hubungan antara Latar Belakang Pendidikan Guru, Pengalaman Mengajar, dan Pembelajaran dengan Prestasi Belajar Siswa SMA Negeri 1 Surakarta.” Skripsi. FKIP, Universitas Sebelas Maret Surakarta. (diakses pada 26 Desember 2018)

Haryadi, 12144200152 (2016) HUBUNGAN BIMBINGAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 2 PRAMBANAN SLEMAN YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Skripsi thesis, Universitas PGRI Yogyakarta. (diakses pada 26 Desember 2018)