Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

MEKALAH PORTOFOLIO PROSES DAN PRODUK

| September 27, 2020 WIB | 0 Views


MAKALAH PORTOFOLIO PROSES DAN PRODUK


Disusun Oleh :
Martha Lasniroha S.    ( 2018142015 )
Denada Intan Viranti   ( 2018142009 )
Nadia Pitaloka              ( 2018142037 )
Rachmawati                  ( 2018142036 )


Mata Kuliah :  Evaluasi Pembelajaran


PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG
TAHUN 2020



KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan pada tuhan yang maha esa karena rahmat dan karunia-nya kami dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul tentang “Portofolio Proses dan Produk” dengan baik. Makalah kami yang masih perlu dikembangkan lagi ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi semua pihak yang membacanya.

Makalah ini kami buat dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah pada Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Palembang. Secara umum makalah ini membahas tentang “Portofolio Proses dan Produk”.

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Ibu Ramtia D.P, M.Pd., Kons sebagai dosen pengampuh mata kuliah Evaluasi Pembelajaran. Kami sadar bahwa makalah kami masih belum sempurna dan mempunyai banyak kekurangan, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari dosen pengampuh dan teman-teman untuk dikembangkan suatu hari nanti.


Palembang, 24 juni 2020


Penulis





BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Portofolio berasal dari bahasa Inggeris “portofolio” yang artinya dokumen atau surat-surat. Pendapat lain, portofolio berasal dari kata kerja “potare” berarti membawa dan kata benda bahasa latin “foglio”, yang berarti lembaran atau “kertas kerja”. Portofolio tempat berisikan benda pekerjaan, lembaran, nilai dan profesional. Dalam konteks penelitian ini Portofolio adalah koleksi berharga dan berguna berisikan pekerjaan peserta didik yang menceritakan atau menerangkan sejarah prestasi atau pertumbuhan peserta didik.
Portofolio umumnya suatu fakta bahwa peserta didik mengumpulkan, menseleksi dan merefleksi penilaiannya. Porotofolio berisikan beragam tugas; disebut juga artifak, antara lain :draft mentah, nilai, makalah, benda kerja, kritik dan ringkasan, lembaran refleksi diri, pekerjaan rumah, jurnal, respon kelompok, grafik, lembaran catatan dan catatan diskusi. Beberapa cara baru seperti: note book, multi media, disket, flashdisk, map lipat, dan file internet. Dapat juga diartikan sebagai kumpulan kertas-kertas berharga dari suatu pekerjaan tertentu. Pengertian portofolio di sini adalah suatu kumpulan pekerjaan peserta didik dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. Panduan-panduan ini beragam tergantung pada mata pelajaran dan tujuan portofolio. Penilaian portofolio juga merupakan penilaian berbasis kelas terhadap sekumpulan karya peserta didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisir yang diambil selama proses pembelajaran dalam kurun waktu tertentu, penilaian portofolio tidak saja dapat dilakukan oleh guru di sekolah akan tetapi juga dapat dilakukan oleh orang tua di rumah dalam memantau perkembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik dalam mata pelajaran tertentu.
Penilaian memegang peranan penting dalam proses pembelajaran worten, Baline, R, dan James R, Sanders, 1987 dalam Tayipnafis, menjelaskan bahwa penilaian sebagai dasar untuk:

1. Membuat kebijakan dan keputusan
2. Menilai hasil yang dicapai para peserta didik.
3. Menilai kurikulum.
4. Memberi kepercayaan kepada sekolah.
5. Memonitor dana yang telah diberikan.
6. Memperbaiki materi dan program pendidikan.

Menurut Sumarna secara umum portofolio merupakan kumpulan dokumen berupa objek penilaian yang dipakai seseorang, kelompok, lembaga, organisasi, perusahaan, atau sejenisnya yang bertujuan untuk mendokumentasikan dan mengevaluasi perkembangan suatu proses dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam perusahaan. Di samping itu evidence peserta didik dapat didemonstrasikan terhadap orang lain sebagai manifestasi yang mereka miliki tentang pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Rumusan Masalah

Apa pengertian dan fungsi portofolio?
Apa maksud dan tujuan portofolio?
Apa prosedur asesmen otentik portofolio?
Apa isi dan penataan portofolio?
Apa teknik asesmen portofolio?

Tujuan Penulisan

Untuk mengetahui pengertian dan fungsi portofolio.
Untuk mengetahui maksud dan tujuan portofolio.
Untuk mengetahui prosedur asesmen otentik portofolio.
Untuk mengetahui isi dan penataan portofolio.
Untuk mengetahui teknik asesmen portofolio.



BAB II

PEMBAHASAN

PORTOFOLIO PROSES DAN PRODUK
HAKIKAT PORTOFOLIO

Portofolio adalah kumpulan kegiatan anak didik dan hasil kegiatan anak yang bertujuan. Disamping itu portofolio menunjukkan sejumlah usaha yang dilakukan anak, kemajuan atau perbaikan dan pencapaian pada suatu bagian atau lebih dari kurikulum. Portofolio harus merupakan kumpulan atau usaha terbaik yang dilakukan anak, pengalaman kegiatan anak dihubungkan dengan hasil yang akan dinilai dan memiliki sejumlah dokumen yang berkenaan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Pengertian lain menyebutkan bahwa portofolio dapat diartikan sebagai suatu wujud benda fiisik, sebagai suatu proses pedagogis. Sebagai suatu benda fisik portofolio adalah bundel, yakni kumpulan atau dokumentasi hasil pekerjaan anak didik yang disimpan dalam satu bundel. Dengan kata lain portofolio merupakan suatu kumpulan pekerjaan anak dengan maksud tertentu dan terpadu serta dseleksi dengan menggunakan panduan yang telah ditentukan. Panduan tersebut beragam tergantung dari pengembangan yang akan dicapai serta tujuan dari portofolio itu sendiri.

Konsep dan definisi portofolio terus berkembang. Portofolio didefinisikan sebagai suatu kumpulan sistematik dan terorganisir dari bukti-bukti yang dugunakan guru dan anak untuk memonitor pertumbuhan dan perkembangan anak.

Hasil-hasil kerja anak didik itu merupakan suatu perantara yang digunakan oleh guru untuk mengetahui bagaimana proses belajar anak didiknya. Misalnya melalui proses apa belajar itu terjadi dan mengungkapkan informasi penting tentang bagaimana cara seorang anak menjelajahi (eksplorasi) mengungkapkan, menemukan dan memecahkan masalahnya. Penekanan dalam asesmen otentik bukanlah pada produk akhir itu sendiri, bukan berorientasi pada hasil melainkan pada proses yang menghasilkan suatu produk hasil belajar.
Oleh karena itu pendidik perlu mengupayakan bagaimana caranya agar suatu proses itu selalu berakhir dengan suatu produk, tentu saja produk yang bermakna.

HASIL BELAJAR ANAK DIDIK

Pengertian hasil belajar tidak hanya berwujud bedawi yang tampak dan terukur, melainkan dapat pula suatu gejala/fenomena yang sering kali bukan secara langsung merupakan hasil yang dimaksud, melainkan yang mewakilinya. Misalnya gejala “mulai tumbuh percaya dirinya”, diwakili oleh indikator perilaku yang menandakan anak telah mulai tumbuh percaya dirinya.

Berikut ada beberapa bentuk hasil belajar anak didik.
  • Beberapa Bentuk Hasil Belajar Anak Didik
  • Perkembangan Otot Kasar
  • Perkembangan Bahasa
  • Perkembangan Otot Kasar
  • Memanjat di panjatan
  • Engklek (berjalan dengan satu kaki)
  • Memantulkan bola
  • Menangkap bola
  • Melempar bola
  • Jinjit-jalan di ujung jari kaki
  • Jalan dibalok keseimbangan
  • Melompat ke bawah dari kursi atau papan loncat
  • Melompat dengan kedua kakinya
  • Bertepuk tangan sesuai irama

Perkembangan Berbicara
  • Berkata-kata dengan jelas
  • Cukup mampu mengemukakan kebutuhannya.
  • Berkata-kata dengan lancar
  • Bercerita pengalaman sehari-hari
  • Menjawab kalau diajak berbicara
  • Mengubah-ngubah nada suaranya
  • Mengajukan pertanyaan

Bila ingin memperluas asesmen, dengan memasukkan deretan hasil belajar anak didik semacam itu, berarti akan memperluas, memperdalam dan memperjelas guru terhadap kemampuan dan keterampilan anak didiknya, yang membuat kita mengakui dan menghargainya. Melihat produk anak didik, akan mempertajam mata hati kita dan mempertinggi rasa empati sehingga pembelajaran dan kurikulum pun dapat diperkaya.


PENGERTIAN PORTOFOLIO ARSIP

Portofolio berasal dari bahasa italia portarefoglio yang artinya membawa lembaran lepas. Jadi portofolio adalah kotak pentimpanan lembar kertas lepas. Tantangan bagi asesmen otentik adalah setelah berbagai jenis data informasi hasil asesmen itu terekam, bagaimana cara mendokumentasikannya sedemikian sehingga menjadi satu kumpulan informasi yang bermakna.

Satu metodologi ysng terbukti cukup efektif untuk menyatukan dan menata data asesmen dan produk kerja anak didik ialah apa yang disebut portofolio. Portofolio mendorong asesmen terus berkelanjutan mencakup seluruh aspek perkembangan, yaitu fisik-motorik, sosial, emosional, kognitif dan bahasa dan menyediakan data rekaman jangka panjang dari kemajuan anak didik.

Portofolio adalah koleksi dari karya kerja anak didik, yang menunjukan upaya, kemajusan dan pencapian yang diperoleh anak didik dalam satu atau beberapa kegiatanya. Koleksi itu, bukanlah asal mengumpulkan. Syaratnya ialah bahwa pengoleksianya itu harus melibatkan partisipasi anak didik dalam:
  • Menyeleksi isi
  • Menentukan kriteria seleksi
  • Sebagai bukti refleksi

Secara singkat portopolio dapat diartikan sebagai teknik dalam asesmen dengan cara mengoleksi produk ynang muncul dari proses belajar anak dan mendokumentasikannya.
Secara operasional esesmen portofolio adalah penggunaan portofolio sebagai tempat mendokumentasikan hasil esesmen otentik setelah dikoleksi, disatukan dan kemudian ditata sehingga bermakna untuk mengetahui hasil belajar anak didik.


PEDOMAN PEMBUATAN PORTOFOLIO

Portofolio akan berbeda-beda dari anak satu dan lainya, juga diantara para gurunya, namaun tetap ada pedomannya agar portofolio itu tetap valid dan reliable, yaitu uraian dibawah ini.
  • Mengembangkan portofolio berarti menawarkan kepada anak didiknya untuk belajar bagaiman caranya belajar.
  • Portofolio adalah sesuatu yang dilakukan oleh anak didik dengan karya karyanya sendiri dan menilai dirinya sendiri sebagai pembelajaran.
  • Portofolio secara eksplinsit atau implisit berisi alasan anak membuatnya, tujuan dan sasaran, kegiatan atau karya dan standar tolak ukur penilaian portofolio tersebut yang dapat menceritakan bagaimana gambaran perkembangan dan belajar anak didik.
  • Portofolio dapat digunakan sepanjang tahun dan dilakukan evaluasi formatif, dan pada akhir tahun diseleksi mana yang dapat dan pantas dillaporkan kepada pihak yang berkepentingan misalnya orang tua.
  • Portofolio bisa bertujuan ganda, asal tidak saling bertentangan.
  • Portofolio hendaknya berisikan informasi yang menggambarkan perkembangan kemajuan hasil belajar anak.
  • Ada banyak cara dalam menunjukan adanya perkembangan anak, namun yang paling jelas ialah dengan seperangkat contoh kinerja aktual di lembaga pendidikannya yang menggambarkan tujuan yang diharapkan. Contoh kinerja aktual itu dapat menunjukkan apakah keterampilan anak didik telah meningkat dari sebelumnya atau belum ada peningkatan.

Berdasarkan pedoman tersebut maka sebagaimana portofolio sebagai salah satu teknik esesmen otentik dapat diartikan sebagai penggunaan sistem evaluasi komprehensif dan kontinu untuk menentukan kualitas program atau perkembangan belajar anak.


MAKSUD DAN TUJUAN MENGGUANAKAN SISTEM PORTOFOLIO

Sebelum mengguanakan sistem portofolio harus ditentukan dahulu maksud dan tujuan portofolio dibuat . apakah hanya untuk 1) mengkomunikasikan ,2) menentukan kemajuan individu,3) atau mengetahui kinerja guru.
Para pendidik hendaknya memahami bahwa sebuah portofilo saja bukanlah suatu asesmen, melainkan hanyalah koleksi bahan data informasi yang biasa di gunakan untuk mengakses kemajuan suatu kegiatan, misalnya kemajuan perkembangan anak; pelaksanaan program pembelajaran; atau program lainnya. Jadi, portofolio itu sendiri tidaklah secara serta merta bermakna, sampai bahan-bahan yang dikoleksi itu telah dievaluasi oleh guru untuk maksud tujuan tertentu. Portofolio akan menjadi sebuah alat asesmen bilah telah digunakan untuk menentukan kemajuan dan kebutuhan anak didik. Bagi orang tua portofolio sangat didambakan.


MENYIKAPI PORTOFOLIO

Ada saran untuk guru agar menyingkapi portofolio itu lebih sebagai eksperimen dari pada memperlakukan sebagai saran mendokumentasikan hasil karya anak karena portofolio merupakan koleksi yang dinamis dan terus menerus, yang bisa bertambah atau berkurang datanya karena tidak diperlukam lagi yang diakan oleh anak dan gurunnya.
Disarankan juga untuk menyeleksi bahan yanga akan masuk portofolio seperti hasil karya anak. Guru TK harus dapat meyakinkan orang tua bagaimana portofolio di seleksi, bisa juga portofolio dipakai untuk menunjukan bagaimana kinerja guru TK.
Guru TK harus dapat menyakinkan orang tua tentang bagaimana cara bahan portofolio itu diseleksi. Bahan-bahan tersebut merupakan sampel kerja terbaik anaknya yang menunjukkan sebuah kompetensi tertentu, yang sedang berkembang pada diri anaknya. Jika mungkin orang tua anak didik dapat dimintai sarannya.


ISI DAN PENATAAN FORTOFOLIO

Berdasarkan uraian diatas dapat dipakai untuk mendokumentasikan pertumbuhan dan perkembangan anak didik, berkomunikasi dengan orang tua sebagai laporan, dan untuk menvalidasi kualitas pembelajaran. Namun, kegunaan tersebut bergantung kepada bagaimana dan bahan materi apa yang diseleksi, dan bagaimana semuanya itu ditata. Berbagai hal yang dilakukan anak dapat dimasukan kedalam portofolio, misalnya:
  • Gambar atau lukisan
  • Potret bangunan yang dibuatnya
  • Foto atau video ketika anak memanjat pohon/jala panjatan di halaman TK
  • Catatan dan gambar atau video saat melempar dan menangkap bola
  • Catatan mengenai buku-buku yang sudah di bacanya atau mendengarkan buku yang dibacakan untuknya.
  • Cerita cerita yang pernah di tulisnya atau diminta supaya menuliskannya
  • Catatan tentang perkembangan sosiol emosionalnya.

Tentu saja portofilo dapat berupa catatan komentar dan hasil pengamatan guru terhadap anak didiknya. Dalam hal ini guru harus tarampil dan peka memgenali indikator sosial emisonal anak didiknya.
Cara penataan yang paling logis bagi sebuah portofolio yang akan digunakan untuk menentukan kemajuan anak didik secara individual, ialah dengan membuat suatu bagian-bagian portofolio untuk menilai setiap tujuan program pokok, seperti aspek utama perkembangan anak yang meliputi perkembangan:
  • Sosial Emosional
  • Bahasa
  • Kognitif
  • Fisik
  • Seni
  • Moral dan Nilai agama

Ada sarana lain yang bermanfaat dalam menata sebuah portofolio selain 6 aspek perkembangan yaitu dengan menyediakan rangkuman yang berisi bahan ajar atau jenis kegitan apa yang harus dimasukan kedalam portofolio itu dan tanggal kegiatanya. Misalnya untuk :
  • Menilai perkembangan anak didik, dapat dibuat rangkuman per semester
  • Melihat data informasi mana yang kurang cukup mewakili
  • Merancang bagiamana pembelajaran yang  msih kurang ragamnya.
  • Mencegah  terlalu banyaknya bahan yang dimasukan.

Kertas portofolio bisa dilepas lepas sebaiknya  mudah disimpan dan mudah di ambil oleh anak didik dan gurunya. Anak sendiri biasanya akan melihat lihat seperti “kilas balik” apa yang telah dilakukannya, dan sering juga menambah sesuatu yang berarti menurut dirinya. Begitu juga gurunya memang portofolio itu individuali sifatnya, berbeda-beda setiap individu anak didik dan juga setiap gurunya.


PENGEMBANGAN TEKNIK PORTOFOLIO

Biasanya guru TK bersama-sama anak-anak didiknya menggunakan portofolio untuk mengumpulkan data informasi dari semua tipe observasi yang berbeda-beda. Untuk menunjukkan kedalaman observasi kerja/karya anak didik dalam kegiatan belajarnya maka data hasil observasi digolongkan sesuai jenis kegiatannya, misalnya tentang ekpresi kreatif anak dalam bermain.


PROSEDUR MENGGUNAKAN TEKNIK PORTOFOLIO

    Prosedur menggunakan teknik portofolio dalam asesmen ini berdasar pada 3 hal pokok seperti uraian di bawah ini :
Mengapa menggunakan portofolio
Teknik portofolio digunakan dalam asesmen karena portofolio bisa mengungkapkan dan mendokumentasikan hasil belajar anak didik dalam kegiatan yang berbeda-beda dan dalam kurun waktu yang ditentukan. Cara ini banyak memberikan masukan dalam asesmen anak didik, dan mudah dimengerti orang tuanya, serta mendorong evaluasi diri pada anak didik itu sendiri. Isi portofolio merupakan bukti proses dan hasil kegiatan nyata anak didik dan oleh guru TK dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan, misalnya untuk merancang model kegiatan pembelajaran yang lebih baik bagi kelompok/ atau anak didik tertentu.
Apa saja yang dimasukkan ke dalam portofolio.

Portofolio anak didik hendaknya tidak diisi dengan segala hal yang dihasilkan anak didik selama tahun belajarnya, melainkan beberapa produk yang ditata sesuai dengan tujuan belajarnya. Misalnya tujuannya mengenai seni berbahasa dengan kegiatan yang akan membaca dan menanggapi beraneka gambar dalam buku gambar. Maka data infromasi yang dimasukkan antara lain daftar buku gambar yang dibacanya dan cerita tau karya seni yang diilhami dari buku gambar, setelah ia melihat-lihat buku gambar itu sambil mengomentari atau mengekspresikan dengan gerak dan suaranya.
Bagaimana cara menata informasi dalam portofolio.

Ada model map yang baik untuk sebuah portofolio yaitu, seperti akordion yang berlipat-lipat dan dapat direntangkan. Masing-masing lipatan diberi warna atau kode untuk setiap tujuan program kegiatan belajar dan pembelajaran tertentu, yang keseluruhannya sesuai dengan isi kurikulum (tujuan kurikuler). Dengan model map lipatan untuk setiap anak didik maka informasi mengenai upaya, kemajuan dan pencapaian karya-kerja aktual anak dapat ditata sesuai tujuan programnya. Guru hendaknya memberi pengertian kepada anak didiknya agar senantiasa menjaga kerapian dan bertanggung jawab agar urutan isinya tetap sesuai dengan daftar ini.


PROSES PENATAAN DAN PENGOLEKSIAN DATA DALAM PORTOFOLIO

Untuk menata hasil koleksi data informasi asesmen portofolio ada beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan, yaitu :
  • Kumpulkan beberapa contoh yang mewakili hasil pekerjaan yang asli (orisinil) dari anak didik.;
  • Cocokkan setiap sampel itu dengan tujuan programnya masinh-masing;
  • Sampel-sampel pekerjaan itu ditata sehingga “menunjukkan kemajuan” anak didik;
  • Anak diberi kesempatan menata isi portofolio dengan teman-temannya.
  • Guru berbincang-bincang dengan anak didik tentang kemajuan pekerjaanya, dan bagaimana anak didik itu mengevaluasi dirinya.

Berdasarkan pertimbangan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut.

Anak didik dapat diikutsertakan dalam hal, yaitu :

  • Menyeleksi isi portofolio
  • Menentukan kriteria dalam menyeleksi isi, dan
  • Menentukan kriteria untuk menelaah manfaatnya.
  • Adanya data informasi asesmen sebagai berikut sebagai bukti refleksi diri dari anak didik atas kegiatannya.


Sebuah portofolio dapat memotret pencapaian anak didik pada kurun waktu yang dipilih dan memberikan data permanen atau rekaman jangka panjang mengenai kemajuan perkembangan dan belajarnya, namun hal itu berbeda dengan map kumulatif tradisional. Karakteristik portofolio yang membedakannya dengan map kumulatif sebagai berikut :
Diciptakan terutama oleh anak didiknya sendiri.

Memberikan kesempatan kepada anak didiknya untuk menyeleksi dan memeriksa karya/kerja yang sedang berjalan mencerminkan tugas yang sudah lengkap, dan melihat kembali hasil-hasil lalu.
Memasukkan informasi aktual yang sedang berjalan dan bermakna bagi anak didik dan berfaedah dalam perencanaan kebutuhan pembelajaran di masa kini dan yang akan datang.
Portofolio dirakit untuk menampung keunggulan dan kemajuan anak didik, ke arah tujuan perkembangan dan/atau tujuan program pembelajarannya.


KRITERIA SELEKSI BAHAN UNTUK PORTOFOLIO

Seleksi bahan yang akan dimasukkan ke dalam portofolio harus memenuhi kriteria seperti berikut ini :
Produk anak didik diseleksi oleh anak didik sendiri dan merupakan produk yang sangat berarti bagi anak sebagai pribadi.
Produk mencerminkan perkembangan dan/atau belajar anak dalam semua aspek.
Produk berhubungan dengan tujuan khusu pembelajaran.
Produk anak didik akan memperjelas tujuan yang akan dicapai.


DASAR-DASAR MENILAI KONDISI DAN ISI PORTOFOLIO

Ada beberapa butir-butir dasar untuk menilai isi portofolio pada taraf untuk usia TK, yaitu sebagai berikut :
Upayakan memenuhi kondisi yang bisa mencerminkan semua konteks tempat terjadinya belajar, seperti konteks perkembangan, kultural, rumah, lembaga pendidikan, kelompok dan perorangan.
Mencerminkan gaya belajar anak.
Mendorong anak untuk merefleksikan diri atas kegiatannya.
Menggambarkan kemajuan dengan disertai contoh ke arah perilaku target, pencapaian, atau ke arah tujuan belajar perorangan/sekolah.
Mencerminkan minat individual.
Memberikan dasar untuk berkomunikasi bermakna yang melibatkan jiwa dan pikiran.
Dapat dipakai sebagai masukan dalam keputusan pembelajaran dan kurikuler.
Setiap guru TK harus memahami setiap dimensi pertumbuhan dan perkembangan, cara belajar dan pembelajaran anak. Dengan menggunakan kriteria ini maka portofolio bisa menjadi sumber data yang kaya mengenai kinerja dan proses belajar anak didik, dan menjadi kekuatan dinamis bagi pengembangan kurikulum.


BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Jadi memperluas evaluasi pembelajaran melalui penilaian portofolio,dengan memasukkan deretan hasil belajar anak didik, berarti akan memperluas, memperdalam dan memperjelas guru terhadap kemampuan dan keterampilan anak didiknya, yang membuat kita mengakui dan menghargainya. Melihat produk anak didik, akan mempertajam mata hati kita dan mempertinggi rasa empati sehingga pembelajaran dan kurikulum pun dapat diperkaya.

Saran

Diharapkan pada praktiknya dalam proses penilaian portofolio proses dan produk dapat bermanfaat bagi pendidik saat melakukan evaluasi terhadap anak didik sesuai dengan tahap perkembangannya.


DAFTAR PUSTAKA

https://martinis1960.wordpress.com/2010/12/21/penilaian-portofolio/
Waseno, Iksan dkk. 2009. Evaluasi Pembelajaran TK. Universitas Terbuka