Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Makalah Teknik Observasi

| September 27, 2020 WIB | 0 Views


Makalah kelompok 7
Teknik Observasi

NAMA    :
KARLINA                                         2018142016
EKA MARETHI MILLIANI PUTRI        2018142033
SINDIAS MITA                2018142005
FARAH YANUARITA            2017142018


JURUSAN    : PG.PAUD

PRODI PENDIDIKAN GURU PAUD
UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG
TAHUN AJARAN 2020/2021


BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Asesmen sebagai istilah umum meliputi semua metode yang biasanya dipakai untuk mengetahui kinerja anak didik, sendirian atau berkelompok. Asesmen sendiri adalah suatu proses mengumpulkan data bukti terjadinya perkembangan diri dan kemjuan belajar anak dalam kegiatan kesehariannya di tk. Pengumpulan datanya menggunakan instrument asesmen, dalam bentuk metode atau prosedur apapun, ormal atau informal untuk menghasilkan informasi sebagai bukti kemjuan perkembangan dan belajarnya. Adapu pengertian proses asesmen ialah peristiwa mengoleksi, menyeleksi, menyatukan, mendeskripsikan, memaknai data bukti nyata tersebut selengkapnya  meliputi aspek pertumbuhan dan perkembangan anak dalam pemrolehan pencapaian belajarnya. Sedangkan  teknik yang akan dipakai dalam mengoleksi data yang kemudian melelui seleksi akan diubah menjadi bukti adanya perkembangan dan kemajuan belajar anak, antara lain yang utama dan lazim dipakai ialah teknik observasi dengan menggunakan catatan anecdotal dan eklist, teknik portofolio.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, dalam makalah ini penulis mengangkat permasalahan tentang teknik observasi adalah sebgai berikut :
Apa itu hakikat observasi
Apa itu melakukan observasi dengan menggunakan catatan anecdotal dan ceklis

Tujuan

Untuk mengetahui pengertian hakikat observasi
Untuk mengetahui observasi dengan menggunakan catatan anecdotal dan ceklis


BAB II

Pembahasan

Pengamatan (Observasi)

Apabila guru tk mengakses anak-anak peserta didiknya, yaitu mau mengestimasi (memperkirakan) nlai kualitas anak didikny, diperlukan kepekaan guru yang sekaligus penilai itu terhadap perilaku anak-anak didiknya, dalam berbagai konteks (lingkungan, pemikiran), tidak hanya perilaku anak di dalam ruang, tetapi juga di luar ruang, tidak saja dalam situasi diberi tugas kegiatan tertentu, tetapi juga dalam situasi bebas bermain atau berkegiatan sendiri.

Kepekaan semacam itu dapat memberikan kemudahan kewaspadaan/kejelian guru yang sudah meningkat kepekaannya itu, dalam hal mengobservasi kompetensi anak-anak didiknya.lebih halus lagi, kepekaan atau kejelian pendidik mengamati dan menangkap fakta orientasi budya anak dalam belajarnya, dan dalam interaksinya denan sesame kawan sebayanya dan bahkan dengan orang dewasa disekitarnya, termasuk guru-pendidiknya sendiri.

Perhatikan dan amati gaya bicaranya, perilaku kepada yang lebih tua dan kepada benda-benda disekelilingnya termasuk kepada tumbuhan bunga yang ada di halaman, seperti sudah ada system nilai yang membimbingnya., yang membudaya dalam perilaku, hal tersebut terbentuk Bidang Pengembangan Bahasa (BPP).

Informasi diatas menyarankan bahwa guru sekaligus penilai, menjadi penting dan perlu terus berusaha keras mencari pengaetahuan perihal pertumbuhan dan perkembangan anak, gaya belajar anak didiknya, mengenai berbagai kelompok budaya anak didik dan keluarganya yang mempunyai latar belakang masing-masing. Dengan pengetahuan itu, cara pembelajarannya bisa disesuaikan, juga praktek asesmennya sehingga akan lebih responsive (tangggap0, lebih peka terhadap minat dan kebutuhan anak yang sebenarnya. Dengan demikian dapat dikembangkan keterampilan pengamatan para guru sekaligus penilai untuk dipakai sepanjang kegiatan pendidikan seperti tempat bermain, berenang, tempat makan siang dan tempat kegiatan lainnya.

Sebagian besar guru tk setuju bahwa mengamati anak-anak didik adlah bagian integral dari, bagian yang terpadu-menyatu dengan kegiatanpembelajaran. Sesungguhnyalah, untuk mengerti anak-anak didik tk itu, dimulai dengan mengamati mereka, bukan sekedar melihat-lihat, apalagi memelototi yang berakibat mengancam keamanan psikologis anak didik. Dengan jalan mengamati anak didik, kita akan memusatkan perhatian pada perilaku-perilaku khusus anak didik, interaksi antar kelompok kecil anak didik, untuk mengungkapkan apa yang dilakukan mereka.

Jenis Pengamatan

Mengamati kinerja dan proses dalam pendidikan TK.

J udu l

Perlu menyadari adanya dua jenis pengamatan, yaitu obsevasi incidental dan observasi terfokus
Pengamatan incidental , pengamatan ini terjadi ketika pendidik berkeliling diantara anak-anak didiknya yang sedang berkegiatan dan menyelesaikan tugasnya, atau pada saat bercerita.

Observasi Terpusat/Terfokus

Pengamatan terfokus ‘terbebani’ dengan penggunaan format yang direncanakan lebih dulu, seperti ceklis, catatan anecdotal, strategipenjejangan seperti rating scale atau instrument lain, untuk secara sistematis merekam data observasi. Adapun observasi-insidental bisa juga mempergunakan forma-format seperti itu karena memang berkepentingan merekam, mengumpulkan informasi yang berakna dan berarti dari hasil observasi-observasinya, yang meski sekilas namun berulang-ulang. Teknik dari format-format itu akan memperkokokh keteramplan pengamatan terfokus dan dengan menggunakannya terus menerus, akan menigkatkan dasar pengetahuan guru mengenai perkembangan dan gaya belajar anak didiknya.

Catatan Anekdotal Dan Ceklist

Catatan Anekdotal

Catatan anekdotal ialah tulisan singkat mengenai suatu perstiwa atau kejadian yang berarti, yang bermakna, yang penting, insiden dalam kehidupan keseharian anak didik. Dalam bahasa inggris kata anecdote is a narrative (or painting etc) of amusing or interesting incident. (suatu narasi peristiwa atau kejadian yang menyenangkan atau yang menarik). Catatan kejadian yang menark itu bisa cukup merinci atau sangat singkat  yang biasa disebut vignettes (baca vinyet) yaitu lukisan yang goresannya tidak lengkap, namun keseluruhannya berkesan lengkap dan berarti. Biasanya dituliskan sesudah peristiwanya, menggambarkannya secara faktual, insidennya atau peristiwa kejadiannya di dalam konteksnya agar pemaknaannya bisa tepat dan catat apa yang dikatakan, kalau bisa secara “verbatim” persis seperti yang dikatakannya da atau yang dilakukan peserta didiknya.

Pengamtan terampil berpengetahuan (PTB) plus rekaman yang teliti akan memberikan kesempatan guru untuk menangkap esensi peristiwanya. Makin singkat jarak antara peristiwa dan pencatatannya, aka makin baik, makin rinci, teliti dan lengkap tertangkap aspek-aspek peristiwanya. Memang idealnya, dicatat saat itu juga tetapi kebanyakan tidak mungkin karena kesibukan interaksinya dengan anak didiknya diruang pendidikan tk itu luar biasa, apalagi kalau sendirian. Lalu, tidak ada jalan lain melainkan dengan usaha sesegera mungkin terpaksanya harus ditulis kemudian sesaat peristiwa itu terjadi, yitu pada akhir tugas seharian itu, atau selambatnya, pada saat perencanaan pembelajaran hari berikutnya. Memang makin dekta jarak penulisannya dengan terjadinya peristiwa, akan makin baik, tidak banyak yang lupa dan hilang rincian kejadiannya.

Meskipun sudah diikhtiarkan sedemikian rupa, kenyataannya masih tetap sulit untuk mencatat gambaran lengkap faktual peristiwanya pada saat kejadian, dan juga sulit mengingat dengan sempurna, oleh karena itu diupayakan membantu dengan membuat catatan singkat pada kartu catatan anekdotal seukuran kartu pos semacam catatan saku. Tuliskan satu dua kata pengingat, atau ungkapan-ungkapan tertentu pada saat kejadian bermakna itu terungkap ke permukaa, atau sesegera mungkin. Sebgai jembatan dasar penulisan selengkapnya nanti. Catatn sekelumit itu kemudian dikembangkan menjadi lebih baik, lebih terperinci, menggunakan format catatan anekdotal.

Ceklist

Ceklist adalah daftar referensi dan verifikasi, yaitu daftar sesuatu hal umpamanya nama orang atau benda, konkrit ataupun abstrak, yang menjadi rujukan untuk mengecek apakah benar atau tidak tentang sesuatu halitu. Ceklist ini menolong pengamat dalam memusatkan perhatiannya pada misalnya persoalan hadir tidaknya atau muncul tidaknya indikator tumbuh kembangnya perilaku atau indikator pencapaian belajarnya, yang diharapkan akan muncul menurut teori pertumbuhan dan perkembangan dan belajar anak, atau berdasarkan pada pengalaman penelitiannya, dan pada komponen kurikulumnya. Daftar itu berisi ciri sifat, keterampilan, perilaku, minat sesuai dengan tujuan mengakses.

Ceklist dapat dipakai untuk mengakses anak didik, yaitu kinerjanya, produknya, dan prosesnya. Ceklist perkembangan bisa dan boleh di desain oleh guru sendiri dan atau dikembangkan oleh peneliti atau oleh orang yang berwenang dan berpengalaman khusus. Ceklis hendaknya didesain untuk memotret kritera yang sudah baik rumusan batasannya. Ceklis yang mengacu pada kriteria, bisa didasarkan pada sasaran belajar sebagai kriteria, yang diserahkan pada pemerintah atau daerah, atau barangkali berdasar atas tujuan lembaga pendidikan/sekolah dan atau untuk taraf tingkatan  khusus tertentu sebagai kriteria. Lebih jauh, ceklist harus mencerminkan pengetahuan yang berlaku, sebab ada pengetahuan yang sudah lama ditinggalkan orang dalam hala pertumbuhan dn perkembangan serta belajarnya anak, dan guru harus peka terhadap keberagaman budaya dan berjenis-jenis gaya belajar anak. Memang siapapun sebagai peneliti-penilai saja harus belajar keras untuk bisa memaham isi dan urutan yang terdapat dalam cekist.

Kelebihan Dan Kelemahan Ceklist

Kelebihan Ceklist

  • ceklist mudah digunakan dan hanya memerlukan latihan kecil.
  • Tersedia kapan saja diperlukan.
  • Bersifat fleksibel, dan dapat digunakan untuk berbagai strategi penilaian.
  • Guru dapat mengevaluasi dalam suasan yang menyenangkan dan mendapat hasil yang diperlukan.
  • Perilaku dapat sering dilakukan, setiap ada informasi baru, gur dapat memperbarui catatannya.
  • Tidak sam dengan tes yang menggunakan kertas dan pensil, guru tidak harus menunggu kesempatan untuk melakukannnya.

Kelemahan Ceklist

  • Memerlukaan waktu dalam penggunaanya.
  • Membuat catatan dapat mengurangi waktu bermain dengan anak didik.
  • Guru harus dapat mengatur waktu sehingga dalam menggunakannnya, tidak mengganggu proses pembelajaran.
  • Guru akan menemui kesulitan, jika tidak terbiasa menggunakannya.
  • Ceklist bukan lah suatu instrumen, tetapi merupakan format untuk mengorganisasikan sasaran belajar atau indikator.


BAB III

Penutup

Kesimpulan

Observasi itu lebih dari sekedar melihat-lihat, melainkan mengamati lebih jauh dengan tujuan ada sesuatu yang dicari, yang ingin diketahui dan diungkap. Observasi yang efektif yaitu dengan pengamatan yang disertai fakta, mengenali bentuk perilakunya apabila sudah ditemukan informasi yang lengkap sehingga lebih bisa menjamin asesmen nya dan kuat dalam pengambilan keputusan evaluasinya