Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

MAKALAH PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI “PERKEMBANGAN FISIK AUD”

| September 27, 2020 WIB | 0 Views


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
BIMBINGAN DAN KONSELING
UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG
Tahun Akademik 2017-2018

Dosen pengasuh       : Endang Surtiyoni
Kelompok                  : VIII
Disusun Oleh           
Meta Aria                   : (2017 141 063)
Rahmadhania Putri : (2017 141 053 )

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha kuasa atas segala rahmat ynag di berikan-Nya sehingga tugas Makalah “Perkembangan Fisik AUD “ ini dapat kami selesaikan . Makalah ini kami buat sebagai memenuhi kewajiban untuk memenuhi tugas.
Dalam kesempatan ini, kami menghaturkan terima kasih yang dalam kepada Dosen Mata Kuliah, ibu Endang surtiyoni, yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk mengerjakan tugas ini dan juga semua pihak yang telah membantu menyumbangkan ide dan pikiran mereka demi terwujudnya makalah ini .Akhirnya saran dan kritik pembaca yang dimaksudkan untuk mewujudkan kesempurnaan makalah ini penulis sangat hargai.
Penulis menyadari, bahwa tulisan ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, karenanya saran dan pemikiran yang konstruktif sangat diharapkan, untuk revisi selanjutnya .Semoga Tuhan meridhai pengabdian ikhlas kita . Amin.
Sekian dan terima kasih


Palembang, 28 september 2017


Penulis




BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua istilah yang mempunyai pengertian yang berbeda, namun keduanya memiliki keterkaitan yang sangat erat bahkan tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan lainnya.  Pertumbuhan merupakan proses kuantitatif yang menunjukkan perubahan yang dapat diamati secara fisik.

Sementara itu, perkembangan merupakan proses kualitatif yang menunjukkan bertambahnya kemampuan (ketrampilan) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang beraturan dan dapat diramalkan sebagai hasil dari proses pematangan. Perkembangan fisik  anak sangat berbeda satu sama lain, sekalipun anak-anak tersebut usianya relatif sama, bahkan dalam kondisi ekonomi yang relatif sama pula. Sedangkan pertumbuhan anak-anak berbeda ras juga menunjukkan perbedaan yang menyolok. Hal ini antara lain disebabkan perbedaan gizi, lingkungan, perlakuan orang tua terhadap anak, kebiasaan hidup dan lainnya.

Nutrisi dan kesehatan anak sangat mempengaruhi perkembangan fisik anak dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Selama masa bayi dan balita, anak-anak dengan mudah beradaptasi dan mendekatkan diri kepada orang lain. Awal hubungan mereka mereka biasanya dengan orang tua dan anggota keluarga lain. Pada fase ini sangat tergantung pada pengasuh untuk mendapatkan makanan, pakaian, kehangatan, dan pengasuhan

Rumusan Masalah

Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan fisik AUD ? Bagaimana perkembangan motorik kasar dan halus AUD ? Bagaimana perkembangan sensoris dan persepsi AUD ?

Tujuan

Mahasiswa mampu menjelaskan bagaimana pertumbuhan dan perkembangan fisik AUD Mahasiswa mampu memahami perkembangan motorik kasar dan motorik halus Pada AUD Mahasiswa mampu menjelaskan perkembangan sensoris dan persepsi AUD


BAB II

PEMBAHASAN

Pertumbuhan dan Perkembangan Jasmani/Fisik

Pertumbuhan dan Perkembangan fisik Istilah daur (siklus) mempunyai arti bahwa pertumbuhan fisik tidak dapat dikatakan mengikuti pola ketetapan tertentu. Pertumbuhan itu terjadi secara bertahap, dengan kata lain pertumbuhan ada kalanya cepat dan ada kalanya lambat. Irama pertumbuhan bagi setiap orang mempunyai gambaran tersendiri walaupun secara general mempunyai keteraturan tertentu. Pertumbuhan dan perkembangan fisik anak umumnya berkangsung secara teratur dan dapat diramalkan sebelumnya.

Studi tentang pertumbuhan fisik telah menunjukkan bahwa pertumbuhan anak dapat dibagi menjadi empat periode, dua periode ditandai dengan pertumbuhan yang cepat dan dua periode ditandai dengan pertumbuhan yang lambat. Selama pralahir dan 6 bulan setelah lahir mengalami pertumbuhan yang sangat cepat. Anak yang sehat dan cukup gizi mengalami kenaikan panjang badan sebesar 50% dan berat sebesar 200% (PH Munssen dkk,1988:74). Setelah itu pertumbuhan yang dialami sedikit lambat, dan stabil hingga anak menginjak masa remaja (8 sampai 12 tahun).

Ukuran Tubuh

Faktor keturunan mempengaruhi cara kerja dan hormon yang mengatur pertumbuhan fisik. Jika menghendaki pertumbuhan jasmani yang normal, maka kelenjar harus menghasilkan hormon pertumbuhan dalam jumlah yang dibutuhkan dan pada waktu yang tepat. Bila jumlah hormon kurang maka pertumbuhan akan berhenti lebih awal dari yang normal, sebaliknya jika hormon terlalu banyak maka akan tumbuh melebihi ukuran normal. Lingkungan juga dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan baik lingkungan pralahir maupun lingkungan pasca lahir. Kondisi lingkungan memungkinkan apa yang akan dilakukan orang pada usia tertantu dan merencanakan pendidikan dan pelatihan. Jika lingkungan tidak menghambat maka perkembangan fisik akan mengikuti pola yang berlaku. Sebagai contoh lingkungan di mana seorang anak dipaksa untuk bekerja mengangkut benda berat, maka akan menghambat laju tinggi badan. Kekurangan gizi, merokok, tekanan emosi yang dialami ibu yang sedang mengandung dan masih bayak factor lain yang terjadi pada masa lingkungan pralahir ternyata dapat mempengaruhi besar kecilnya ukuran bayi dan berpengaruh terus sampai anak mencapai ukuran akhirnya.

Tinggi Tubuh

Anak-anak pada usia sebaya dapat memperlihatkan tinggi tubuh yang sangat berbeda, tetapi pola pertumbuhan tingi tubuh mereka tetap mengikuti aturan yang sama. Pola ini dapat menggambarkan pertumbuhan anak pada usia tertentu. Pada anak perempuan yang memasuki tahap masa sekolah dasar akan mengalami pertumbuhan tinggi badan yang lebih cepat. Sedangkan pada anak laki-laki memulai tahap remajanya setahun lebih lambat dari pada anak perempuan sehingga terkesan tinggi badannya lebih pendek.

Berat Tubuh

Peningkatan berat tubuh terlihat sama bagi semua bayi. Pada usia empat bulan berat bayi sudah dua kali lipat dan pada akhir tahun pertama akan mencapai tiga kali lipat.Berat tubuh tidak lagi bertambah cepat, bahkan cenderung berlahan sampai saatnya nanti memasuki masa remaja. Antara usia sepuluh sampai dua belas tahun atau mendekati masa remaja anak-anak biasanya akan mengalami periode lemak. Periode ini biasanya berlangsung selama dua tahun, sampai si anak sudah betul-betul megalami pematangan kehidupan kelaminnya. Lemak itu sebagian dari hormon yang muncul bersamaan dengan pematangan kelaminnya. Terlihat penumpukan lemak pada perut, sekeliling putimg susu, rahang, leher, pipi dan pimggul serta pangkal paha.

Proporsi Tubuh

Proporsi tubuh atau perbandingan besar kecilnya anggota badan secara keseluruhan pada bayi akan berbeda dengan proporsi orang dewasa. Oleh karena itu pertumbuhan tidak hanya berarti penambahan ukuran tubuh seseorang, tetapi membentuk proporsi tubuh yang serasi. Meskipun tidak seluruh bagian tubuh dapat mencapai proporsi kematangan yang bersamaan, namun semua ini tampak serempak berubah.

Secara umum dapat dikatakan bahwa perubahan proporsi ini mengikuti hukum arah perkembangan. Perubahan proporsi tubuh mengikuti pertumbuhan tak sinkron atau pertumbuhan terbelah yang berarti bahwa beberapa anggota tubuh tertentu mempunyai irama pertumbuhan tersendiri, ada yang tumbuh cepat dan ada yang tumbuh lambat. Akan tetapi proses pertumbuhan dan perkembangan tubuh serta anggotanya adalah proses berkesinambungan.

Sebagai contoh otak anak-anak tidak akan berhenti tumbuh pada saat otot paru-paru dan tulang sedang tumbuh. Ketidaksinkronan pertumbuhan anggota badan tampak jelas dengan membandingkan beberapa anggota tubuh tersebut. Misalnya kepala seorang dewasa ukurannya sudah dua kali lipat dibanding ketika dilahirkan dan ukuran secara keseluruhan sudah tiga kali lipat ukuran badannya ketika lahir, lengan dan kakinya sempurna empat buah yang panjangnya lima kali lipat panjang tangan dan kaki ketika lahir.

Otot, tulang, paru-paru, dan alat kelaminnya berkembang dua puluh kali lipat dari ukurannya ketika berada dalam tahap pertumbuhan. Pada mata dan otak yang ketika dilahirkan sudah relatif sempurna ternyata mengalami kemunduran perkembangan. Perkembangan bola mata berkembang sempurna selama lima tahun pertama dan otak berkemban sempurna dalam tahun pertama.

Jantung dan anggota tubuh lainnya kurang lebih duapuluh tahun mencapai kesempurnaan. Walaupun tampak adanya keteraturan pertumbuhan dan perkembangan tetapi pola perubahan itu memperlihatkan keanekaragaman. Inilah yang mengakibatkan pertumbuhan tubuh anak-anak tampak berbeda satu sama lain. Meskipun terdapat perbedaan namun tetap dapat digolongkan dalam tiga bentuk tubuh yang berdasarkan atas bangun tubuh dan proporsi anggota tubuhnya. Ketiga bentuk tubuh tersebut adalah endomorf yang cenderung menjadi gemuk, ektomorf yang cenderung kurus dan tulang panjag, dan mesomorf yang cenderung menjadi kekar, berat dan segitiga. Sewaktu masih kanak-kanak bentuk tubuh mereka tidak begitu terlihat, namun pada masa akhir kanak-kanak mulai memasuki masa remaja perbedaan tubuh antara laki-laki dan perempuan mulai kelihatan. Laki-laki cenderung menuju bentuk tubuh mesomarf dan perempuan cenderung menuju bentuk tubuh endomorf atau ektomorf.

Tulang

Perkembangan tulang yang terjadi pada setiap manusia mencakup ukuran, jumlah, dan komposisi tulang. Perkembangan tulang ini sejalan dengan kecenderungan pertumbuhan lainnya. Osifikasi atau pengerasan tulang terjadi setelah orang dilahirkan, dan akan berlangsung terus sampai masa remaja dan pada masa akhir remaja pengerasan tulang mencapai kesempurnaan. Setelah pengerasan terjadi sempurna, maka setiap tulang akan mempunyai ciri tersendiri dengan bentuknya masing-masing. Pengerasan terjadi tergantung pada hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar thyroid. Lebih lanjut, karena pengerasan tulang pada masa kanak-kanak belum sempurna maka kecelakaan patah tulang tidak terlalu berbahaya.

Otot dan Lemak

Berat tubuh seseorang ditentukan oleh otot dan lapisan lemak. Pada tahun-tahun pertama lapisan lemak berkembang lebih cepat daripada otot. Pada usia 12 sampai 15 tahun untuk anak perempuan dan 15 sampai 16 tahun untuk anak laki-laki tampak jelas adanya pertumbuhan otot. Pada saat dilahirkan anak sudah mempunyai otot, tetapi masih belum berkembang. Kemudian akan berubah ukuran, bentuk, dan komposisinya.

Panjang, lebar, dan tebal akan mengalami proses pertumbuhan. Memasuki usia dewasa otot telah berkembang sebanyak lima kali dari saat dia dilahirkan. Bagi rata-rata orang berat otot akan naik sebanyak empat puluh kali dari saat kelahiran sampai ia dewasa. Sampai berusia 5 tahun otot-otot akan tumbuh secara proporsi sejalan dengan peningkatan berat tubuh. Terjadi pertumbuhan cepat pada usia 5 sampai 6 tahun dan berat tubuh mencapai 75 persen dari berat otot itu sendiri. Jumlah lapisan lemak yang dimiliki seorang anak tidak hanya bergantung pada faktor keturunan, tetapi pada kecenderungan bentuk tubuh, kebiasaan makan, dan juga karena faktor usia.

Dalam pekembangan pembentukan sel lemak, ada tiga periode kritis. Periode pertama selama tiga bulan terakhir  kehidupan pralahir, pariode kedua pada dua sampai tiga tahun kehidupan pasca lahir dan periode ketiga antara usia sebelas sampai tiga belas tahun. Pada anak yang berusia di atas tiga belas tahun lapisan lemak akan semakin besar. Jumlah relatif otot dan lemak yang dimiliki seorang anak baik langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhinya. Pengaruh langsung, jumlah pemilikan otot dan lemak akan memberikan bentuk tubuh tertentu pada anak. Pengaruh tidak langsung adanya perbandingan antara otot dan lemak ini akan mendorong anak membentuk reaksi tertentu terhadap betuh tubuhnya.

Gigi

Pertumbuhan gigi pada seseorang merupakan proses yang dimulai ketika seseorang berumur tiga bulan setelah dilahirkan. Proses ini akan berlangsung terus sampai seseorang berusia 21 sampai 25 tahun pada saat pertumbuhan gigi terakhirnya telah sempurna. Bayi anda akan merasakan sakit atau gatal pada saat giginya mulai tumbuh. Dia juga akan mulai menggigit-gigit sesuatu untu mengurangi sakit atau gatalnya. Gigi pertama tumbuh di usia 6 - 7 bulan. Namun ada yang di usia 3 atau 12 bulan.

Perkembangan Susunan Syaraf Pertumbuhan

syaraf dapat dikatakan cepat sekali selama dalam kandungan dan tiga sampai empat tahun pertama setelah dilahirkan. Ketika dilahirkan otak bayi beratnya satu per delapan berat tubuh seluruhnya, pada usia sepuluh tahun berat otak akan satu perdelapan belas berat tubuh, dan pada usia dewasa akan mencapai berat satu per empat puluh berat tubuh seluruhnya. Berat ini berlaku baik pada cerebrum maupun cerebellum. Selama 2 tahun pertama kehidupannya, pertumbuhan otak rata-rata paling besar atau cepat. Bagian otak cerebellum (bagian untuk mengatur keseimbangan) beratnya mencapai tiga kali lipat pada tahun pertama kehidupannya. Pada usia delapan tahun ukuran otak bisa dikatakan sempurna.

Pertumbuhan dan Perkembangan Gerak/Motorik
Pengertian Perkembangan Motorik Elizabeth B. Hurlock (1978: 159)

Menyatakan bahwa perkembangan motorik diartikan sebagai perkembangan dari unsur kematangan pengendalian gerak tubuh dan otak sebagai pusat gerak. Menurut Endang Rini Sukamti (2007:15) bahwa perkembangan motorik adalah sesuatu proses kemasakan atau gerak yang langsung melibatkan otot-otot untuk bergerak dan proses pensyarafan yang menjadi seseorang mampu menggerakkan dan proses persyarafan yang menjadikan seseorang mampu menggerakan tubuhnya. Dari berbagai pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa perkembangan motorik merupakan perubahan keterampilan motorik dari lahir sampai umur lima tahun yang melibatkan berbagai aspek perilaku dan keterampilan motorik.

Pembagian Keterampilan Motorik/Gerak Menurut Magill Richard A (1989:11)

Adalah berdasarkan kecermatan dalam melakukan gerakakan keterampilan dibagi menjadi dua yaitu
keterampilan motorik kasar (gross motor skill)dan keterampilan motorik halus ( fine motor skill).

Keterampilan Motorik Kasar (gross motor skill) Keterampilan motorik kasar (gross motor skill) merupakan keterampilan gerak yang menggunakan otot-otot besar, tujuan kecermatan gerakan bukan merupakan suatu hal yang penting akan tetapi koordinasi yang halus dalam gerakan adalah hal yang paling penting. Motorik kasar meliputi melompat, memelempar, berjalan, dan meloncat.

Keterampilan Motorik Halus (fine motor skill) Keterampilan motorik halus (fine motor skill) merupakan  keterampilan yang memerlukan control dari otot kecil dari tubuh untuk mencapi tujuan dari keterampilan. Secara umum keterampilan motorik halus meliputi koordinasi mata dan tangan keterampilan ini membutuhkan kecermatan yang tinggi. contoh motori halus adalah: melukis, menjahit, dan mengancingkan baju.

Berikut tahapan-tahapan perkembangannya

Usia 1-2 tahun

  • merangkak
  • berdiri dan berjalan beberapa langkah
  • berjalan cepat
  • cepat-cepat duduk agar tidak jatuh
  • merangkak di tangga
  • berdiri di kursi tanpa pegangan
  • menarik dan mendorong benda-benda berat
  • melempar bola
  • mengambil benda kecil dengan ibu jari atau telunjuk
  • membuka 2-3 halaman buku secara bersamaan
  • menyusun menara dari balok
  • memindahkan air dari gelas ke gelas lain
  • belajar memakai kaus kaki sendiri
  • menyalakan TV dan bermain remote
  • belajar mengupas pisang

Usia 2-3 tahun

  • melompat-lompat
  • berjalan mundur dan jinjit
  • menendang bola
  • memanjat meja atau tempat tidur
  • naik tangga dan lompat di anak tangga terakhir
  • berdiri dengan 1 kaki
  • mencoret-coret dengan 1 tangan
  • menggambar garis tak beraturan
  • memegang pensil
  • belajar menggunting
  • mengancingkan baju
  • memakai baju sendiri

Usia 3-4 tahun

  • melompat dengan 1 kaki
  • berjalan menyusuri papan
  • menangkap bola besar
  • mengendarai sepeda
  • berdiri dengan 1 kaki
  • menggambar manusia
  • mencuci tangan sendiri
  • membentuk benda dari plastisin
  • membuat garis lurus dan lingkaran cukup rapi

Usia 4-5 tahun

  • menuruni tangga dengan cepat
  • seimbang saat berjalan mundur
  • melompati rintangan
  • melempar dan menangkap bola
  • melambungkan bola
  • menggunting dengan cukup baik
  • melipat amplop
  • membawa gelas tanpa menumpahkan isinya
  • memasukkan benang ke lubang

Perkembangan Perseptual

Perkembangan perseptual merupakan suatu ketrampilan yang dipelajari, maka proses pengajaran dapat memberikan dampak langsung terhadap kecakapan perseptual. Namun perkembangan perseptual individu juga dipengaruhi faktor hereditas (keturunan) dan lingkungan.Aktivitas perseptual pada dasarnya merupakan proses pengenalan individu terhadap lingkungannya.

Ada tiga proses aktivitas perseptual yang perlu dipahami yakni:

Sensasi

Sensasi adalah peristiwa penerimaan informasi oleh indra penerima. Sensasi berlangsung disaat terjadi kontak antara informasi dengan indra penerima. Maka dari itu, dalam sensasi terjadi deteksi informasi secara indrawi.Misalnya, sensasi pengelihatan mendapatkan informasi berupa gambar yang kemudian diteruskan ke syaraf penglihatan.

Persepsi

Persepsi adalah interpretasi terhadap informasi yang ditangkap oleh indra penerima. Persepsi merupakan proses pengolahan lebih lanjut dari aktivitas sensasi.Misalnya, seorang anak yang mendapatkan informasi gambar lewat mata menjadi tahu kalu itu gambar binatang

Atensi

Atensi mengacu kepada kemampuan untuk memilih atau menyaring persepsi. Dengan atensi, kesadaran seseorang bisa hanya tertuju pada satu objek dengan mengabaikan objek-objek lainnya.Misalnya, karena anak tersebut melihat gambar binatang maka dia tidak melihat gambar yang lainnya dan hanya tertuju dengan satu objek.

Gibson (1990) mengemukakan ada serangkaian fase dalam perkembangan perseptual selama masa infancy (masa pertumbuhan). Fase ini bukan merupakan fase yang kaku karena fase-fase tersebut saling tumpang tindih dalam waktu dan situasi. Pada setiap fase ini, anak menggunakan kemampuan-kemampuan motor yang telah dimilikinya untuk mengeksplorasi lingkungan.

Dilihat dari keragaman indra penerima informasi, persepsi dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu :

Persepsi Visual

Persepsi visual adalah persepsi yang didasarkan pada penglihatan. Persepsi ini sangat mengutamakan peran indra penglihatan (mata) dalam proses perseptualnya. Dengan demikian proses perkembanganya tergantung pada fungsi indra mata.
Akomodasi adalah proses penyesuaian bentuk lensa mata terhadap objek yang dilihat sesuai dengan jarak yang penglihatanya. Bayi menunjukan respon akomodasi yang akurat pada usia 5-6 bulan.

Persepsi Konstanitas Ukuran

Merupakan kemampuan individu untuk mengenal bahwa setiap objek memiliki suatu ukuran yang konstan mekipun jaraknya bervariasi. Secara lebih kompleks persepsi ini juga merupakan kemampuan untuk menimbangsecara ukuran objek yang berbeda dengan jarak pandang yang bervariasi pula. Misalnya, anak mampu mempersepsikan bahwa bahwa jalan dipegunungan itu sama lebarnya tetapi ketika digambar semakin jauh semakin kecil. Anak yang sudah mengerti tentang konsep ini akan menjawab bahwa ini berkaitan dengan jarak.

Persepsi Objek atau Gambar Pokok dan Latar

Persepsi ini memungkinkan individu untuk menempatkan suatu objek yang berada atau tersimpan pada suatu latar yang membingungkan. Persepsi ini meningkat pada usia 4-8 tahun.Kemampuan ini akan terlihat dalam gambar anak.

Misalnya kemampuan anak dalam menggambar gambar yang tertutup oleh gambar lain.

Persepsi Keseluruhan dan Bagian

Merupakan kemampuan untuk membedakan bagian-bagian suatu objek atau gambar dari keseluruhannya. Persepsi ini meningkat cepat pada anak usia 9 tahun.

Persepsi Kedalaman

Merupakan kemampuan individu untuk mengukur jarak dari posisi tubuh ke suatu objek. Perkembangannya dari bayi berumur 6 bulan dan mencapai kematangan pada 10 tahun. Misalnya ketika Gibson mengembangkan suatu alat tes yang disebutVisual Cliff. Visual Cliff adalah instrumen untuk mengetes apakah “persepsi kedalaman” (depth perception) menjadi sifat yang melekat di dalam diri seorang bayi atau binatang. Caranya dengan menghadapkan bayi atau anak binatang pada satu situasi yang harus dilalui dengan merangkak ke arah pembuat eksperimen melewati satu lembar gelas kaca yang berat yang menjembatani satu jurang terjal atau jalan menurun tajam sekali. Apabila peresepsi kedalaman (depth perception) melekat pada bayi atau binatang tadi, subjek akan menolak melintasi gelas kaca tadi. Bila persepsi kedalaman itu belum melekat pada anak atau binatang percobaan itu maka tanpa ragu ia melintasi jurang terjal itu. Dalam percobaan Gibson, ia menyimpulkan bahwa 90% anak yang berumur 6 tahun ke atas tidak merangkak melewati jurang terjal itu. Indikasinya bahwa anak-anak pada umur 6 tahun ke atas sudah memiliki kemampuan persepsi kedalaman (depth perception).

Persepsi Tilikan Ruang

Merupakan kemampuan penglihatan untuk mengidentifikasi, mengenal dan mengukur dimensi ruang.

Persepsi Gerakan

Persepsi gerakan melibatkan kemampuan memperkirakan dan mengikuti gerakan atau perpindahan objek oleh mata.

Persepsi Pendengaran

Persepsi pendengaran merupakan pengamatan dan penilaian terhadap suara yang diterima oleh bagian telinga. Seperti halnya persepsi penglihatan, perkembangan persepsi pendengaran mencakup beberapa dimensi, yaitu:
Persepsi Lokasi Pendengaran
Persepsi ini berkenaan dengan kemampuan mendeteksi tempat munculnya suatu sumber suara. Misalnya, kalau si anak dipanggil dari sebelah kiri, maka ia menenggok ke sebelah kiri, kalau di langit-langit ada suara yang menakutkan, maka ia memusatkan perhatiannya ke arah sumber suara tersebut.

Persepsi Perbedaan

Misalnya anak bisa membedakan suara ibunya, ayahnya, ataupun hal-hal lain di sekitarnya.

Persepsi Pendengaran Utama dan Latarnya

Kemampuan untuk memperhatikan suara-suara tertentu dengan mengabaikan suara-suara lain yang tidak berhubungan.  Misalnya kita perlu mendengarkan suara guru yang sedang mengajar sambil mengabaikan suara-suara gaduh yang datang dari luar kelas.


BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Perkembangan fisik mencakup perkembangan motorik kasar (otot besar) dan motorik halus (otot kecil). Yang dimaksud motorik adalah semua gerakan yang mungkin didapatkan oleh seluruh tubuh. Gerakan motorik kasar adalah kemampuan yang membutuhkan koordinasi sebagian besar bagian tubuh anak, yang lebih menggunakan otot-otot besar.

Tujuan dari pengembangan motorik yaitu melakukan aktivitas fisik secara terkoordinasi dalam rangka kelenturan dan persiapan untuk menulis, keseimbangan, kelincahan dan melatih keberanian. Dan untuk mengekspresikan diri dan berkreasi dengan berbagai gagasan dan imajinasi dengan menggunakan berbagai media menjadi suatu karya seni.

Setiap perkembangan fisik motorik pada anak mempunyai karakterisitik yang berbeda-beda, sesuai dengan usia dan tahapan perkembangannya. Semakin bertambah usia anak maka keterampilan motoriknya pun semakin meningkat. Pada dasarnya anak suka sekali belajar, asalkan pembelajaran dilakukan dengan cara bermain yang menyenangkan.

BAB III

Saran

Demikianlah makalah yang kami buat semoga bermanfaat bagi pembaca apabila ada saran yang ingin disampaikan, silahkan sampaikan kepada kami apabila terdapat kesalahan mohon dimaafkan dan memakluminya, karena kami masih dalam proses belajar.


DAFTAR PUSTAKA

Elizabeth B. Hurlock. (1993). Perkembangan Anak Jilid I Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga.
Endang Rini Sukamti. (2007) Pengembangan Motorik, Diklat. Yogyakarta: FIK UNY.
Monks, F.J. dkk. (1992) Psikologi Perkembangan: Pengntar dengan Berbagai bagiannya, Yogyakarta: UGM.
http://www1.bpkpenabur.or.id/kps-jkt/berita/9806/pndidik2.htm. Diakses pada pukul 18.35 WIB, tanggal 26 Oktober 2015.
http://www.putraputri.com/perkembangan_anak/31/6%20-%209%20Bulan. Diakses pada pukul 18.30 WIB, tanggal 26 Oktober 2015.