Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

MAKALAH PERAN SOSIAL MEDIA TERHADAP INTERAKSI SOSIAL

| September 27, 2020 WIB | 0 Views


PERAN SOSIAL MEDIA TERHADAP INTERAKSI SOSIAL PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 TALANG UBI



NAMA             : NABILA PUTRI GUSMI
NIM                     : 2016 141 066
SEMESTER/KELAS    : 5.B
MATA KULIAH         : METEDOLOGI PENELITIAN KUALITATIF
DOSEN PENGAMPUH     : M.FERDIANSYAH M.Pd.Kons.



FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG
2018




BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Komunikasi merupakan cara setiap individu untuk bisa berinteraksi atau berhubungan satu sama lain baik itu dalam konteks langsung maupun secara tidak langsung untuk keberlangsungan hidup. Berbagai cara dalam berkomunikasi juga sangat beraneka ragam tidak peduli itu langsung ataupun tidak langsung, manusia adalah makhluk yang lebih sempurna di bandingkan makhluk tuhan yang lainnya karena manusia dikaruniai kemampuan untuk berfikir. Manusia bisa berfikir dan mengembangkan cara bagaimana agar tetap bisa berkomunikasi atau berinteraksi satu sama lain walaupun dalam keadaan yang jarak yang dekat atau jarak yang jauh sekalipun. Manusia selalu saja memiliki cara untuk hal seperti demikian, sarana dan prasarana dalam berkomunikasi yang diciptakan oleh manusia sangatlah banyak. Mulai dari surat menyurat, telepon, koran, siaran radio dan alat-alat yang bisa menghasilkan informasi lainnya.

Dan seiring dengan perkembangan zaman terlebih diera globalisasi seperti sekarang sarana prasarana dalam berkomunikasi sangat banyak bermunculan dengan sistem yang sangat canggih. Salah satunya adalah gadget yang mana dengan gadget semua hal yang sulit bisa ringan, seperti kita tidak usah repot dalam surat menyurat kita hanya cukup membuat email dan mengirimkannya lewat gadget. Dengan gadget kita juga bisa mengakses berbagai aplikasi yang dapat digunakan agar bisa berinteraksi atau berkomuniukasi dengan orang lain seperti Facebook, Whatsapp, BBM, Instagram dan masih banyak lagi aplikasi-aplikasi yang bisa di gunakan untuk berkomunikasi baik itu pada jarak yang dekat atau jauh sekalipun. Aplikasi-aplikisi seperti itu biasa disebut dengan Sosial Media.

Sosial media biasa digunakan oleh kalangan masyarakat untuk berinteraksi atau berkomunikasi dengan sesama baik keluarga, teman, sahabat baik dijarak yang  dekat maupun jauh. Sosial media bisa dikatakan sangatlah simple dan mempermudah penggunanya dalam berkomunikasi sangatlah menarik penggunanya dari berbagai kalangan mulai dari orang dewasa, remaja, bahkan tak jarang anak sekolah dasarpun sekarang sudah bisa menggunakan sosial media yang masih di bawah pengawasan orang tua.
Berbicara tentang penggunaan media sosial dikalangan remaja sekarang memang terdengar tidak asing apalagi dikalangan remaja terbukti dari Hasil penelitian pada tahun 2014 yang berjudul "Keamanan Penggunaan Media Digital pada Anak dan Remaja di Indonesia" yang yang dilakukan lembaga PBB untuk anak-anak, UNICEF, bersama para mitra, termasuk Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Universitas Harvard, AS. Mencatat pengguna internet di Indonesia yang berasal dari kalangan anak-anak dan remaja diprediksi mencapai 30 juta.  Dari hasil penelitian itu dapat di simpulkan bahwa remaja di Indonesia sudah bisa menggunakan internet dan tentunya mengenal sosial media yang mana antara internet dan sosial media itu sangatlah berhubungan.

Ditinjau lagi dari penggunaan internet atau sosial media dikalangan remaja peneliti akan mengerucutkan penggunaan sosial media di kalangan remaja tersebut pada satu aplikasi sosial media yang paling banyak atau sudah umum digunakan oleh para remaja yaitu facebook. Facebook merupakan salah satu jejaring sosial yang sangat populer di kalangan masyarakat apalagi di kalangan remaja dengan facebook mereka bisa berteman dengan siapapun baik yang di kenal secara langsung maupun orang yang sangat asing atau tidak sama sekali di kenal, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pew Internet dan American Life Project. Menggunakan facebook telah menjadi bagian lazim, sebuah kajian tahun 2009 yang dilakukan oleh Harris Interactive and Teenage Reasearh Unlimited mengemukakan bahwa anak muda berusia 13-24 tahun banyak menghabiskan waktu online setiap minggu di bandingkan menonton televisi, rata-rata 17 banding 14 jam.” Badan Pengamat Tekhnologi Suwarno:2009 (dalam Intan 2012) juga mengemukakan Indonesia merupakan negara terbesar ke-3 pengguna facebook terbanyak. dengan facebook kita juga bisa menuliskan apa yang sedang kita rasakan, mengunggah foto dari moment-moment tertetu atau bahkan hanya sekedar Updatet saja.

Bahkan saat ini remaja yang tidak memiliki facebook dianggapa kurang gaul dan ketinggalan zaman. Facebook yang bisa di akses dimanapun sangat membuat para penggunanya merasa ketagihan atau bisa dikatakan ketergantungan, apalagi di kalangan remaja yang mana remaja bisa dikatakan sangatlah pintar dalam hal teknologi sehingga dalam penggunaan facebook mereka bisa mengakses dimanapun dan kapanpun. Pada tahun 2009 Badan Pengamat Teknologi Indonesia Suwarno:2009 (dalam Intan 2012) juga mengemukakan bahwa 40% remaja mengakses facebook saat pelajaran berlangsung. Hal ini berarti bahwa remaja sudah memiliki ketergantungan terhadap facebook sehingga mereka bisa dikatakan tak peduli dengan pelajaran.

Dengan facebook remaja juga bisa menerima informasi, informasi yang diterima juga beraneka ragam mulai dari berita yang biasa sampai berita yang sedang viral di kalangan masyarakat. Facebook juga sarana dalam berinteraksi, walaupun interaksi dengan facebook merupan interaksi yang tidak langsung tetapi melalui facebook indivudu dengan mudah bisa berinteraksi dengan sesama sehingga walaupun pengguna tidak memiliki waktu yang luang untuk bertemu secara langsung dengan orang yang ia butuhkan pengguna bisa tetap bisa saling berinteraksi. Sehingga  hubungan antar individu bisa tetap terjalin dengan lancar.

Manusia adalah makhluk sosial yang mana dalam kehidupan seharinya manusia pasti sangat memerlukan keterampilan dalam berinteraksi untuk di jadikan bahan dalam memenuhi kodratnya sebagai makhluk sosial  . Menurut Bonner dalam Budiawan (2010;51) kemampuan interaksi sosial merupakan suatu kemampuan dalam menjalani hubungan antara dua individu atau lebih, dimana kelakuan individu satu mempengaruhi atau mengubah individu yang lain atau sebaliknya. Berkenaan dengan hal tersebut bukan tidak mungkin apa yang ada dalam facebook yang mana beraneka ragam informasi bisa di unggah atau di lihat di facebook dapat mempengaruhi penggunanya yang akan di terapkan dalam kehidupan sehari-harinya.
Berdasarkan uraian tersebut maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian lebih lanjut mengenai sosial media dalam kaitannya dengan interaksi sosial, oleh karena itu penulis mengambil judul “Peran Media Sosial Terhadap Interaksi Sosial Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Talang Ubi?”


Fokus Penelitian

Fokus penelitian ini adalah “Dampak positif dan negatif dari Peran Media Sosial Terhadap Interaksi Sosial Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Talang Ubi.”

Rumusan Masalah

Berapa jumlah siswa atau siswi pengguna sosial media di SMA NEGERI 1 TALANG UBI ?
Bagaimana interaksi sosial yang dimiliki siswa SMA NEGERI 1 TALANG UBI ?
Bagaimana pengaruh penggunaan sosial media terhadap interaksi sosial siswa-siswi SMA NEGERI 1 TALANG UBI ?

Tujuan Penelitian

Untuk menemukan berapa jumlah siswa/i pengguna sosial media di SMA NEGERI 1 TALANG UBI
Untuk menganalisis kemampuan interaksi sosial yang dimiliki siswa/i SMA NEGERI 1 TALANG UBI
Untuk menganalisis pengaruh penggunaan sosial media terhadap interaksi sosial siswa/i SMA NEGERI 1 TALANG UBI

Manfaat Penelitian

Manfaat Praktis
Bagi penulis, manfaat praktis yang diharapkan adalah bahwa seluruh tahapan penelitian serta hasil penelitian yang diperoleh dapat memperluas wawasan dan sekaligus memperoleh pengetahuan empirik mengenai Pengaruh Media Sosial Bagi Remaja. Bagi pihak-pihak yang berkepentingan dengan hasil penelitian, penulis berharap manfaat hasil penelitian dapat diterima dan bermanfaat.

Maaf Akademis

Bagi Konselor
Hasil penelitian ini bisa digunakan oleh konselor untuk merancang program bimbingan dan konseling mengenai keterampilan sosial dan interaksi sosial siswa/i sehingga membantu dalam pembinaan hubungan baik sesama siswa/i atau terhadap orang lain.
Bagi Sekolah
Sebagai bahan informasi untuk menciptakan proses belajar mengajar yang kondusif. Untuk menciptakan atau tercapainya visi misi sekolah.
Bagi Peneliti
Untuk dijadikan bahahan referensi kajian khususnya dalam topik mengenai interaksi sosial.



BAB II

KAJIAN TEORI

Media Sosial

Pengertian Media Sosial
Media sosial (Social Media) adalah saluran atau sarana pergaulan sosial secara online di dunia maya (internet). Para pengguna (user) media sosial berkomunikasi, berinteraksi, saling kirim pesan, dan saling berbagi (sharing), dan membangun jaringan (networking). Menurut Wikipedia, media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya (users) bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum, dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai "sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generatedcontent" (Kaplan, Andreas M.; Michael Haenlein [2010] "Usersoftheworld, unite! The challenges and opportunities of Social Media". Business Horizons 53(1): 59–68).
Sosial media yang didalamnya termasuk juga adalah jejaring sosial suatu mekanisme komunikasi yang digunakan untuk berkomunikasi dengan individu lain dalam jangkauan yang luas.

Kemajuan teknologi komunikasi dapat membantu manusia untuk berinteraksi satu sama lain tanpa ada batasan oleh jarak dan waktu. Media jejaring sosial seperti facebook, twitter, path, instagram merupakan salah satu contoh dari jejaring sosial. Data Kementerian Komunikasi dan Informasi RI tahun 2011 menunjukkan terdapat 64% pengguna jejaring sosial di Indonesia adalah kelompok remaja (Hariyanti, 2011). Hal tersebut menunjukkan bahwa antusiasme remaja dalam menggunakan jejaring sosial sangat tinggi. Pada masa remaja pertengahan, seseorang lebih banyak membutuhkan interaksi dengan orang lain untuk memperoleh pembanding dirinya baik mengenai sikap, pendapat, pikiran atau yang lainnya yang berkaitan Tristy, dengan pembentukan jati diri (Yoseptian, dalam Herdianto & Widiantari: 2003).

Pesatnya perkembangan media sosial kini dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki media sendiri. Jika untuk memiliki media tradisional seperti televisi, radio, atau koran dibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan media. Seorang pengguna media sosial bisa mengakses menggunakan social media dengan jaringan internet bahkan yang aksesnya lambat sekalipun, tanpa biaya besar, tanpa alat mahal dan dilakukan sendiri tanpa karyawan. Kita sebagai pengguna social media dengan bebas bisa mengedit, menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, video, grafis, dan berbagai model content lainnya.

Ciri-ciri Media Sosial

Media sosial mempunyai ciri-ciri, yaitu sebagai berikut :
• Pesan yang di sampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bisa berbagai banyak orang contohnya pesan melalui SMS ataupun internet
• Pesan yang di sampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu Gatekeeper
• Pesan yang di sampaikan cenderung lebih cepat di banding media lainnya
• Penerima pesan yang menentukan waktu interaksi

Pertumbuhan Media Sosial

Pesatnya perkembangan media sosial kini dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki media sendiri. Jika untuk memiliki media tradisional seperti televisi, radio, atau koran dibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan media. Seorang pengguna media sosial bisa mengakses menggunakan media sosial dengan jaringan internet bahkan yang aksesnya lambat sekalipun, tanpa biaya besar, tanpa alat mahal dan dilakukan sendiri tanpa karyawan. Pengguna media sosial dengan bebas bisa mengedit, menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, video, grafis, dan berbagai model content lainnya.


Peran dan Fungsi Media Sosial

Sosial Media merupakan alat komunikasi yang efektif karena dapat di akses oleh siapa saja, sehingga memudahkan siapa saja untuk berkomunikasi dengan teman atau keluarga yang jauh maupun yang dekat. Media sosial menjadi bagian yang sangat diperlukan oleh penggunanya, karena memudahkan penggunanya untuk menjangkau atau mencari informasi. Media sosial spertiblog, facebook, twitter, dan youtube memiliki sejumlah manfaat bagi pengunanya dan lebih cepat dari media konvensional seperti media cetak dan iklan TV, brosur dan selebaran.

Dampak Negatif dan Dampak Positif Sosial Media

Dampak positif dari penggunaan jejaring jejaring sosial adalah memperluas jaringan pertemanan, sebagai media penyebaran informasi dan sarana untuk mengembangkan keterampilan, sedangkan dampak negatif yang ditimbulkan akibat penggunaan jejaring sosial secara berlebihan antara lain kecanduan internet, pencurian identitas, dan meningkatnya sifat antisosial (Herdianto & Widiantari: 2003). Jejaring sosial juga didefinisikan sebagai jaringan pertemanan yang dilengkapi dengan beragam fitur bagi penggunanya sehingga dapat saling berkomunikasi dan berinteraksi (Imran, dalam Herdianto & Widiantari: 2003).
Dampak negatif dari jejaring sosial yang membuat peserta didik menjadi anti sosial dan memiliki kecenderungan tidak peduli terhadap lingkungannya harus diubah menjadi sisi positif melalui strategi BK.
ICT Watch dalam buku internet sehat menjelaskan efek positif dan negatif dari media sosial bagi remaja, efek positif dari media sosial diantaranya:

Remaja dapat belajar mengembangkan keterampilan teknis dan sosial yang sangat dibutuhkan di era digital seperti sekarang ini. Mereka belajar bagaimana cara beradaptasi, bersosialisasi, dengan publik dan meneglola jaringan pertemanan.
Memperluas jaringan pertemanan. Berkat situs jejaring sosial, remaja jadi lebih mudah berteman dengan orang lain di seluruh dunia, meski sebagian besar diantaranya tidak pernah mereka temui secara langsung.

Remaja akan termotivasi untuk belajar mengembangkan diri melalui teman-teman yang mereka jumpai secara online, karena disini mereka berinteraksi dan menerima umpan balik satu sama lain.
Situs jejarig sosial membuat remaja menjadi lebih bersahabat, perhatian dan empati. Misalnya memberikan perhatian saat ada teman mereka berulang tahun, mengomentari foto, video dan status teman mereka, menjaga hubungan persahabatan meski tidak dapat bertemu secara fisik.

Jenis-jenis Media Sosial

Media sosial secara substansial mengubah cara komunikasi antar organisasi, masyarakat, serta individu. Nurudin menjelaskan jenis-jenis dari media jejaring sosial sebagai berikut.

• Facebook
Facebook bukanlah yang pertama kali namun saat ini, facebook adalah situs yang paling terkenal dan paling banyak digunakan oleh orang-orang dimuka bumi ini. Facebook digunakan sebagai tempat untuk mencari teman-teman lama, relasi bisnis, perjualan barang dan bahkan sebagai tempat nongkrong dan main games. Pendapat lain mengatakan bahwa facebook adalah suatu alat untuk membantu orang berkomunikasi lebih efisien dengan teman lama, keluarga, maupun orang-orang baru di kenal. Facebook menawarkan navigasi yang mudah bagi para penggunanya. Berdasarkan pendapat di atas dapat dipahami bahwa facebook digunakan untuk mencari teman-teman lama, relasi bisnis, perjualan barang dan bermain games. Facebook mempermudah semua orang untuk melakukan sesuatu dengan orang yang jauh darinya.

• Twitter
Twitter merupakan sebuah situs web yang dimiliki dan dioperasikan oleh twitter. Situs ini menawarkan jaringan sosial berupa mikroblog sehingga memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan yang disebut kicauan (tweets). Kicauan adalah teks tulisan hingga 140 karakter yang ditampilkan pada halaman profil pengguna. Kicauan bisa dilihat secara bebas, namun pengirim dapat membatasi pengiriman pesan ke daftar teman-teman mereka saja. Pengguna dapat melihat kicauan penulis lain yang dikenal dengan sebutan pengikut atau follower.

• Blackberry Massenger
Blackberry Messenger adalah perangkat selular yang memiliki kemampuan layanan laman, telepon, sms, menjelajah internet, Blackberry messenger dan berbagai kemampuan lainnya Instagram. Instagram adalah sebuah aplikasi berbagi foto yang memungkinkan pengguna mengambil foto, menerapkan filter digital dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial termasuk milik instagram send.

Berdasarkan pendapat di atas dapat dipahami bahwa facebook, twitter, blackberry dan instagram ini menjadi alat alternatif untuk berkomunikasi bagi banyak orang dan mempermudah mereka untuk berinteraksi dengan sesama mereka agar komunikasi mereka bisa berjalan dengan baik dan lancar. Terutama bagi orang yang memiliki kepribadian yang tertutup, pemalu, atau pendiam. Berkomunikasi melalui facebook, twitter, instagram dan blackberry tidak perlu memperlihatkan diri secara fisik, misalnya saling bertatap muka. Apabila ingin menjalin pertemanan dengan orang yang baru dikenal.

Fungsi Media Sosial

Media sosial merupakan bagian dari sistem relasi, koneksi dan komunikasi, maka seseorang harus menyikapinya dalam kaitannya dengan fungsi-fungsi yang terkandung dalam teori relasi, koneksi dan komunikasi masyarakat. Sikap yang harus dikembangkan terkait dengan fungsi media sosial antara lain:

• Sarana belajar, mendengarkan dan menyampaikan Aplikasi media sosial dapat dimanfaatkan untuk belajar melalui beragam informasi, data dan isu yang termuat di dalamnya. Pada aspek lain, media sosial juga menjadi saran untuk menyampaikan berbagai informasi kepada pihak lain.

• Sarana dokumentasi, administrasi dan integrasi Bermacam aplikasi media sosial pada dasarnya merupakan gudang dan dokumentasi beragam konten, dari yang berupa profil, informasi, reportase kejadian, rekaman peristiwa, sampai pada hasil-hasil riset kajian. Beberapa hal yang bisa dilakukan dengan media sosial, antara lain membuat blog organisasi, mengintegrasikan berbagai link di perusahaan, menyebarkan konten yang relevan sesuai target di masyarakat, atau memanfaatkan media sosial sesuai kepentingan, visi, misi, tujuan, efisiensi dan efektifitas operasional organisasi.

• Sarana perencanaan, strategi dan manajemen Akan diarahkan dan dibawa ke mana media sosial merupakan domain dari penggunaanya. Media sosial di tangan para pakar manajemen dan marketing dapat menjadi senjata yang dahsyat untuk dilancarkan perencanaan dan strateginya. Sarana kontrol, evaluasi dan pengukuran
Media sosial berfaedah untuk melakukan kontrol organisasi dan juga mengevaluasi berbagai perencanaan dan strategi yang telah dilakukan. Respon publik dan pasar menjadi alat ukur, kalibrasi dan parameter untuk evaluasi. Sejauh mana masyarakat memahami suatu isu atau persoalan, bagaimana prosedur-prosedur ditaati atau dilanggar publik, dan seperti apa keinginan dari masyarakat, akan bisa dilihat langsung melalui media sosial.

Interaksi Sosial

Pengertian Interaksi Sosial
Kehidupan sehari-hari perlu melakukan interaksi dengan individu lain. Kehidupan manusia pada dasarnya merupakan kemampuan berhubungan dan berinteraksi dengan lingkungan sosial budaya yang dapat membentuk prilaku individu. Pada proses interaksi faktor intelektual dan emosi mengambil peranan penting karena di dalam hidupnya individu tidak lepas dari individu lain dalam berperan di masyarakat. Ary H. Gunawan menjelaskan beberapa pengertian interaksi sosial dari beberapa pakar:

• Menurut Bonner, interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua orang atau lebih, sehingga kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki kelakuan individu yang lain dan sebaliknya.
• Menurut pendapat Young, interaksi sosial adalah kontak timbal balik antara dua orang atau lebih.
• Menurut psikologi tingkah laku (Behavioristic psychology), interaksi sosial berisikan saling perangsangan dan pereaksian antara kedua belah pihak individu.

Apabila dua orang bertemu, interaksi sosial dimulai pada saat itu. Mereka saling menegur, berjabat tangan, saling berbicara atau bahkan berkelahi. Aktivitas-aktivitas semacam itu merupakan bentuk-bentuk interaksi sosial.
Dapat dipahami bahwa terjadinya interaksi sosial karena adanya individu yang saling membutuhkan satu sama lain, interaksi sosial dimulai dari tingkat kesederhanaan dan terbatas sampai tingkat yang lebih luas dan kompleks, semakin dewasa dan bertambah umur tingkat interaksi sosial makin berkembang dan menjadi amat luas dan kompleks. Sementara itu Gerungan “Kelangsungan interaksi sosial ini, ditandai dengan adanya aspek-aspek dari interaksi sosial seperti:

  • Keterbukaan individu dalam kelompok, yaitu keterbukaan individu terhadap kelompok dan penerimaan kehadiran kelompok dalam kelompoknya
  • Kerja sama individu dalam kelompok, yaitu keterlibatan individu dalam kegiatan kelompoknya dan mau memberikan ide bagi kemajuan kelompoknya serat saling berbicara dalam hubungan yang erat.
  • Frukuensi hubungan individu dalam kelompok yaitu intensitas individu dalam bertemu anggota kelompok dan saling berbicara dalam hubungan yang dekat.


Aspek yang Mendasari Interaksi Sosial

Manusia adalah makhluk sosial yaitu makhluk yang selalu membutuhkan orang lain dalam kehidupannya sehari-hari. Oleh karena itu tidak dapat dihindari bahwa manusia harus selalu berhubungan dengan manusia lainnya. Ada beberapa jenis komunikasi, dilihat dari jalannya komunikasi yaitu:

• Komunikasi searah, yaitu komunikasi yang datang dari satu pihak saja, sedangkan pihak lain hanya menjadi penerima pesan.
Komunikasi dua arah, yaitu penerima dapat berubah fungsi menjadi pengirim berita, sedangkan pengirim berita dapat menjadi penerima pesan. Komunikasi merupakan suatu transaksi atau interaksi.
Komunikasi terdiri atas beberapa jenis yaitu komunikasi verbal dan non verbal:
• Komunikasi verbal
Sofyan Suri menyatakan “Pesan verbal adalah pesan yang disampaikan dengan menggunakan lambang bahasa baik secara lisan maupun tulisan. Pesan verbal dalam proses komunikasi berkaitan dengan kata dan makna, berbahasa dan berpikir. .
•  Komunikasinon verbal
Komunikasi non verbal (pesan non verbal) adalah pesan yang ditimbulkan oleh gejala-gejala yang menyangkut gerak-gerik, sikap, ekpresi wajah, penampilan dan sebagainya.

Proses dan Ciri-ciri Interaksi Sosial

Proses Interaksi sosial Kejadian dalam masyarakat pada dasarnya bersumber pada interaksi individu dengan individu lainnya. Dapat dikatakan bahwa tiap-tiap orang dalam masyakarat adalah sumbersumber dan pusat efek psikologis yang berlangsung pada kehidupan orang lain.Interaksi antar benda-benda
Interaksi ini bersifat statis, memberi respon terhadap tindakantindakan kita, bukan terhadap kita dan timbulnya hanya satu pihak saja yaitu orang yang melakukan perbuatan itu.
Interaksi antar manusia dengan manusia Bentuk interaksi ini bersifat dinamis, member respon tertentu pada manusia lain, dan proses kejiwaan yang timbul terdapat pada segal pihak yang bersangkutan.

Ciri-ciri Interaksi Sosial
Menurut Charles P. Loomis sebuah hubungan bisa disebut interaksi sosial jika memilki ciri-ciri sebagai berikut:
Jumlah pelakunya dua orang atau lebih
Adanya komunikasi antar pelaku dengan menggunakan simbol atau lambang-lambang
Adanya suatu dimensi waktu yang meliputi masa lalu, masa kni, dan masa yang akan datang
Adanya tujuan yang hendak dicapai.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial


• Imitasi
Gabriel Tarde, sebagaimana dikutip Gerungan beranggapan bahwa seluruh kehidupan sosial itu berdasarkan faktor imitasi.

• Sugesti
Siti Mahmudah, mengatakan bahwa “Sugesti dimaksud sebagai pengaruh psikis, baik yang datang dari dalam diri sendiri, maupun datang dari orang lain.Peranan sugesti dalam interaksi sosial hampir sama satu sama lainnya. Berdasarkan uraian di atas dapat dipahami bahwa sugesti merupakan pandangan dari diri sendiri maupun orang lain yang dapat diterima dan mempengaruhi sikap tertentu individu. Identifikasi.

• Simpati
Siti Mahmudah mengatakan bahwa “Simpati adalah perasaan tertariknya norang yang satu terhadap orang yang lainnya.

Kerangka Berpikir
Manusia telah mempunyai naluri untuk bergaul dengan sesamanya semenjak dia dilahirkan didunia. Hubungan dengan sesamanya merupakan suatu kebutuhan bagi setiap manusia, oleh karena dengan pemenuhan kebutuhan tersebut dia akan mendapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan lainnya. Tanpa berhubungan atau interaksi sosial dengan manusia lain tidak akan bertahan hidup didunia ini pasti akan melakukan yang namanya interaksi.
Seorang pelajar akan mengadakan hubungan atau interaksi dengan orang lain dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan media sosial seperti youtube, facebook, dan twitter.
Bagan 1. Kerangka pikir


BAB III

METODOLOGI

Tempat dan Waktu Penelitian

Suatu penelitian ini memerlukan tempat penelitian yang akan dijadikan objek untuk memperoleh data yang diperlukan guna mendukung tercapainya tujuan penelitian. Tempat penelitian ini adalah lokasi yang digunakan untuk melakukan penelitian.
Penelitian ini dilaksanakan di SMA NEGERI 1 TALANG UBI karena disekolah tersebut menjadi obyek sasaran peneliti mengenai masalah yang akan diteliti. Penelitian ini akan di lakukan pada hari Senin, 07 Januari 2019 pada pelajar tingkat  SMA NEGERI 1 TALANG UBI kelas XI.

Objek /Informasi Penlitian

Menurut Suharsimi Arikunto (2006:145), subyek penelitian adalah subyek yang dituju untuk diteliti oleh peneliti. Peneliti menentukan subyek penelitian purposive sampling terhadap guru yang melakukan konseling multikultural. Purposive sampling menurut Sugiyono (2010:300), adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Subjek penelitian ditentukan secara purposive (bertujuan). Teknik purposive adalah pemilihan subjek penelitian berdasarkan pertimbangan, kriteria atau ciri-ciri tertentu yang ditetapkan berdasarkan tujuan penelitian (Moleong: 2001 : 165).
Dalam penelitian ini subjek yang dipilih adalah orang-orang atau aktor yang mengetahui dan memahami masalah apa yang akan diteliti. Subyek penelitian ini khususkan untuk 15 siswa yang sering menggunakan media sosial sebagai alat interaksi antara individu atau kelompok di kelas XI SMA NEGERI 1 TALANG UBI tahun ajaran 2018/2019.

Data dan Sumber Data

Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian (Gulo dalam Mimin Anita Susetyo U, 2011: 47). Menurut Patton (dalam Asih Fitriani, 2012: 48) terdapat dua macam metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif, yaitu wawancara dan observasi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

• Observasi
Menurut Nasution dalam Sugiono menyatakan bahwa observasi merupakan dasar semua ilmu pengetahuan. Observasi juga memiliki pengertian, yaitu pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap unsur-unsur yang tanpak dalam suatu gejala atau gejala-gejala dalam objek penelitian.
Dalam penelitian ini observasi yang dilakukan terhadap tingkah laku subjek atau siswa selama kegiatan proses belajar-mengajar dikelas sehingga dapat memberikan data tambahan terhadap hasil wawancara. Penelitian ini juga melakukan observasi secara terbuka dimana peneliti dalam melakukan pengumpulan data menyatakan sebenarnya kepada sumber data, bahwa sedang melakukan penelitian.

• Wawancara
Wawancara Menurut Lexy J. Moleong (2005: 186) wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan ini dilakukan oleh kedua belah pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai (interview) yang memberikan jawaban. Pihak yang akan diwawancarai adalah subjek itu sendiri dan key informant.
Wawancara terbuka adalah wawancara yang pertanyaannya tidak terbatas jawabannya. Karakteristik dari wawancara terbuka adalah peneliti dan yang diteliti sama-sama mengetahui tujuan wawancara yang dilakukan (Suwardi Endraswara, 2006:167). Penelitian ini menggunakan wawancara terbuka, yang dimana dengan menggunakan wawancara terbuka diharapkan peneliti memperoleh informasi yang diinginkan. Karena menggunakan wawancara terbuka maka jawaban yang dari pertanyaan yang diajukan akan lebih luwes. Wawancara ini dilakukan untuk memperoleh data tentang pengalaman siswa dalam menggunakan media sosial sebagai alat interaksi di SMA NEGERI 1 TALANG UBI.

Dokumentasi

Analisis dokumentasi dilakukan untuk pengumpulkan data yang bersumber dari arsip dan dokumen baik yang berada disekolah ataupun yang berada diluar sekolah, yang ada hubungannya denga penelitian tersebut. Teknik dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya.

Teknik Keabsahan Data

Dalam penelitian kualitatif, kesahihan data dapat diperoleh melalui :
Keabsahan Data Konstruk
Keabsahan bentuk batasan berkaitan dengan sesuatu kepastian bahwa yang diukur benar-benar merupak variabel yang akan diukur. Keabsahan ini juga dapat dicapai dengan proses pengumpulan data yang tepat. Salah satu caranya yaitu dengan proses triangulasi, yaitu teknik pemeriksaan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan sebagai pembanding data itu.

•Keabsahan internal
Keabsahan internal adalah konsep yang mengacu kepada seberapa peneliti mengambarkan yang sesungguhnya. Keabsahan ini dapat melalui proses analisis dan interprestasi yang tepat

•Keabsahan eksternal
Keabsahan eksternal mengacu kepada seberapa jauh hasil penelitian diregeneralisasikan pada kasus lain.

•Keajegan (reliabilitas)
Realibilitas adalah konsep yang mengacu pada seberapa jauh penelitian berikutnya akan mencapai hasil yang sama apabila mengulang penelitian yang sama.

Teknik Analis Data

Analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, menyeleksi berbagai data yang ada dan menjadikan satu kesatuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan memutuskan apa yang dapat dikriteriakan.
    Dalam menganalisa penelitian kualitatif terdapat beberapa tahapan yang perlu dilakukan, diantaranya:

  • Megorganisasikan data 
  • Peneliti mendapatkan hasil langsung dari subjek melalui wawancara mendalam.
  • Pengelompokkan berdasarkan kategori. Tema dan pola jawaban
  • Pada tahap ini dibutuhkan pengertian yang mendalam terhadap data, perhatian yang penuh dan keterbukaan terhadap hal-hal yang muncul diluar apa yang ingin digali. 
  • Menguji asumsi atau permasalahan yang ada terhadap data.
  • Setelah kategori pola data tergambar dengan jelas, peneliti menguji data tersebut terhadap asumsi yang dikembangkan dalam penelitian ini.
  • Mencari alternatif penjelasan bagi data. 
  • Setelah kaitan antara kategori dan pola data dengan asumsi tersebut, peneliti masuk kedalam tahap penjelasan. 
  • Menulis hasil penelitian. 


DAFTAR PUSTAKA

 Toni Elmansyah, 2017. UPAYA MENCEGAH DAMPAK NEGATIF SOSIAL MEDIA DENGAN LAYANAN INFORMASI MELALUI MEDIA VISUAL PADA SISWA KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 PEMANGKAT KABUPATEN SAMBAS, Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia, Volume 2 Nomor 2 bulan September 2017. Halaman 47-49(diakses pada 29 November 2018)

Nike Rahayu, 2013. HUBUNGAN ANTARA INTIMASI DALAM KELUARGA DENGAN TINGKAH LAKU AGRESIF PADA SISWA, Jurnal Ilmiah Konseling, Volume 2 Nomor 1, Hal. 197-201 (diakses pada 29 November 2018)
 Caraka Putra Bhakti, 2013. PERAN BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENGHADAPI GENERASI Z DALAM PERSPEKTIF BIMBINGAN DAN KONSELING PERKEMBANGAN, Jurnal Konseling GUSJIGANG Vol. 3 No. 1 (diakses pada 29 November 2018)
IM Hambali, 2016. PERSPEKTIF “FAMILY SYSTEM INTERVENCY”
UNTUK PROTEKSI KARAKTER KEBAJIKAN SISWA
SMA, Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling Vol 1, No. 1, 2016, hlm. 12-18 (diakses pada 29 November 2018)
Errika Dwi Setya Wattie.2016. comunications and Social Media, The Messenger, Voll 3 No. 1 : 69-72 (diakses pada 10 Desember 2018)
Nisa Khamirum. 2016. Dampak positif dan negatif sosial media remaja, jurnal edukasi, Voll. 2 No. 1: 97-100 (diakses pada 10 Desember 2018)
Elsa puji Juwita, dkk. 2009. Peran media sosial terhadap hidup, jurnal sosiates, Voll. 5 No. 1 : 6-9 (diakses pada 10 Desember 2018)
Sisrazeni, 2017. HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN INTERAKSI SOSIAL MAHASISWA JURUSAN BIMBINGAN KONSELING TAHUN 2016/2017 IAIN BATUSANGKAR, jurnal International Seminar on Education  hal 437-445 (diakses pada 13 Desember 2018)
 Windy Lutfiana Tristy, 2017.  PENGGUNAAN JEJARING SOSIAL DENGAN KONSEP HEPPY (Help People Around You) SEBAGAI STRATEGI BK DALAM MENUMBUHKAN EMPATI PESERTA DIDIK, jurnal Prosiding Seminar Bimbingan dan Konseling, Vol. 1, No. 1, 2017, hlm. 408-416 (diakses pada 13 Desember 2018)