Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Makalah Asesmen Dalam Kelas TK

| September 27, 2020 WIB | 0 Views


MAKALAH ASESMEN KELAS DI TK
DI SUSUN OLEH



KELOMPOK    : 4 ( EMPAT )
NAMA              :
ANI HANDAYANI           (2018 142 039)
YUSNELI                          ( 2018 142 030 )
RANA BALQIS FARISA   (2018 142 014          SELA OKTATINA            (2018 142 021)         
KELAS / SEMESTER        : 4A / EMPAT
MATA  KULIAH                :  EVALUASI PEMBELAJARAN



JURUSAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG
TAHUN AKADEMIK 2019-2020


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur saya panjatkan ke hadirat Ilahi rabbi, karena atas rahmat dan hidayah-Nya, kami  dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya.
    Makalah ini disusun sesederhana mungkin agar mampu dipahami oleh seluruh pendidik Pendidikan Anak Usia Dini yang sangat beragam dan tersebar dengan tetap merujuk pada kajian-kajian yang melandasinya.
         Makalah ini membahas tentang “ Asesmen Kelas di TK“. Pedoman-pedoman implementasi ini bersifat terbuka dan fleksibel, artinya sangat memungkinkan pada penerapannya disesuaikan dengan kondisi, potensi, dan budaya setempat.
    Terima kasih saya sampaikan kepada Dosen dan pihak-pihak lain yang telah berpartisipasi. Saran dan kritik yang bersifat membangun sangat saya nantikan kehadirannya guna sempurnanya makalah ini.


                            Palembang,  Maret 2020

                            Penyusun




BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Selain dari istilah evaluasi ( evalustion ) dan asesmen ( assessment ) dikenal pula beberapa istilah lainnya yaitu pengukuran, test, dan testing. Diantara ketiga istilah tersebut, tes merupakan istilah yang paling akrab dengan guru. Hal tersebut disebabkan karena Tes presentasi, seringkali dijadikan sebagai satu-satunya alat untuk menilai hasil belajar siswa. Padahal tes sebenarnya hanya merupakan salah satu alat ukur hasil belajar siswa.
Dengan demikian, perlu adanya upaya untuk memperkenalkan kepada guru tentang pengertian dan esensi tentang konsep evaluasi, asesmen, tes, dan pengukuran yang sesungguhnya. Diantara peristilahan tersebut, asesmen merupakan istilah yang belum dikenal secara umum. Istilah asesmen perlu diperkenalkan kepada guru. Hal ini disebabkan karena asesmen telah menjadi khazanah peristilahan dalam dunia pendidikan kita. Selain itu, pemahaman tentang asesmen juga dapar mendukung keberhasilan guru dalam melaksanakan praktek penilaian pembelajaran di kelas.
Bentuk Asesmen kelas ini juga dapat dugunakan di TK. Jika asesmen otentik lebih tepat digunakan untuk mengakses perkembangan dan belajar anak, maka asesmen kelas lebih tepat digunakan untuk mengakses program pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru.

Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah :
Pengertian, Tujuan, Asumsi-asumsi yang digunakan, serta kelebihan dan kekurangan dalam asesmen kelas
Karakteristik dan tahapan-tahapan asesmen di kelas TK.

Tujuan

Mengetahui apa Pengertian, Tujuan, Asumsi-asumsi yang digunakan, serta kelebihan dan kekurangan dalam asesmen kelas
Mengetahui apa Karakteristik dan tahapan-tahapan asesmen di kelas TK

BAB II

Asesmen Kelas Di TK

Pengertian Asesmen Kelas

Asesmen Kelas adalah salah satu bentuk asesmen yang didesain untuk membantu para guru menemukan apa yang dipelajari anak dalam kelas dan bagaimana cara yang lebih efektif dan efisien untuk mempelajari hal tersebut. Guru dapat melakukan asesmen kelas dengan cara melakukan observasi / pengamatan terhadap proses pembelajaran, mengumpulkan umpan balik atau respons dari anak terhadap proses pembelajaran yang berlangsung, merancang percobaan kelas yang sederhana, mempelajari bagaimana anak belajar, sampai akhirnya dapat menemukan cara menyajikan pembelajaran yang palin g tepat, efisien, dan efektif untuk anak didik.
    Jadi asesmen kelas dilakukan sendiri oleh guru untuk menilai pembelajarannya sendiri. Ini lebih mudah karena guru dapat langsung menyadari kekurangannya dan segera memperbaikinya.
Dalam  bentuknya yang sederhana, asesmen kelas juga dapat dilaksanakan guru TK untuk menilai sendiri program pembelajaran yang ia lakukan. Dengan adanya asesmen kelas, diharapkan guru TK dapat mengembangkan pembelajarannya secara sistematis, tidak semata berdasarkan naluri, kebiasaan atau coba-coba saja.

Tujuan Asesmen Kelas

Tujuan Asesmen Kelas adalah untuk menghasilkan kualitas tertinggi pada belajar anak, atau untuk membantu anak dapat belajar lebih efektif dan efisien dari pada yang mereka dapatkan jika mereka belajar sendiri.
Belajar memang sering dianggap anak-anak sebagai sesuatu yang serius, tidak ada keuntungan dan membosankan. Jika anak merasakan hal seperti itu, berarti pengjaran yang terjadi tidak efektif.
Melalui praktik asesmen kelas anak akan dapat memahami dengan lebih baik, meningkatkan kemampuan belajar, membantu anak untuk menilai kemajuan dirinya sendiri serta melatih belajar atas inisiatif sendiri, bukan karena disuruh oleh gurunya.

Asumsi – asumsi dalam asesmen kelas

Sebagai sebuah bentuk penilaian, ada beberapa asumsi atau anggapan yang melatarbelakangi adanya asesmen kelas.

Ada 7 asumsi yang melatarbelakangi asesmen kelas, yakni :
  • Kualitas belajar anak berkaitan dengan kualitas pengajaran guru, sehingga untuk memperbaiki belajar anak dapat dengan cara memperbaiki pengajaran. Artinya, guru dapat meningkatkan kualitas belajar anak dengan segala aspeknya dengan cara menilai sendiri pengajaran yang ia berikan pada anak, karena anak belajar terutama melalui interaksinya dengan orang dewasa termasuk guru.
  • Untuk menungkatkan efektivitasnya, guru perlu mengemukakan tujuan secara jelas dan mengumpulkan umpan balik dari anak untuk melihat efektivitas tercapainya tujuan tersebut.
  • Untuk meningkatkan kualitas belajar, sejak awal anak memerlukan penerimaan guru terhadap umpan balik yang sering ia sampaikan selama belajar sebelum dia diuji dengan tes. Anak juga perlu belajar bagaimana dia menilai belajarnya sendiri. 
  • Bentuk asesmen akan mampu meningkatkan pengajaran dan belajar karena pimpinan lembaga dapat menjawab sendiri berbagai pertanyaan dan masalah yang muncul dengan menyusun strategi baru untuk menindaklanjutin tanggapan dari masalah dalam pengajaran tersebut.
  • Penemuan yang sistematis dan tantangan intelektual merupakan sumber yang sangat kuat bagi motivasi, pertumbuhan dan kemauan untuk berubah dari para guru, dan semua itu akan dapat diperoleh dengan asesmen kelas 
  • Asesmen kelas tidak membutuhkan pelatihan khusus sehingga lebih mudah untuk dilakukan oleh guru dari berbgai disiplin ilmu maupun berbagai tingkatan.
  • Kolaborasi antara sekolah, guru dan keterlibatan anak secara aktif dalam asesmen kelas akan meningkatkan pembelajaran anak dan kepuasan seluruh individu yang terlibat di dalamnya.


Kelebihan dan kekurangan asesmen kelas

Sebagaimana metode, teknik atau prosedur yang lain, asesmen kelas sebagai salah satu bentuk dala, menggaes juga memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan asesmen kelas.
Anatara lain :
  • Hasil yang didapat tentang proses pembelajaran dan pengajaran lebih obyektif dan mendalam
  • Adanya perbaikan dalam proses pembelajaran dan pengajaran yang akan bermanfaat langsung baik bagi anak maupun guru
  • Hasilnya lebih mudah diterapkan di kelas karena ditangani langsung oleh guru kelas tersebut.

Kekurangan asesmen kelas.
Adalah sebagai berikut :
  • Guru harus mempersiapkan dengan matang dan terencana untuk melakukan asesmen kelas
  • Guru harus memiliki pengetahuan yang mendalam tentang bidang pengembangan yang akan diakses, tahap dan langkah-langkah melaksanakan asesmen kelas
  • Diperlukan waktu yang cukup lama untuk merencanakan, melaksanakan dan menganalisis hasil asesmen kelas

Karakteristik Dan Tahapan-Tahapan Asesmen Di Kelas TK.

Karakteristik asesmen kelas
Sebagai sebuah bentuk mengases, ada beberapa ciri-ciri atau karakteristik yang membedakan asesmen kelas dengan bentuk asesmen yang lain.

Beberapa karakteristik asesmen kelas dapat dilihat :
  • Fokus asesmen kelas adalah pada belajar, bukan pengajaran. Jadi ini berguna untuk guru dan anak dalam memberikan informasi tentang hal-hal yang harus mereka perbaiki.
  • Asesmen kelas memberikan kewenangan pada guru untuk secara individual melakukannya sebagai bagian dari tugas profesional yang dapat dipertanggung jawabkan secara akademik. 
  • Karena fokusnya pada belajar, maka asesmen kelas selain menuntut keaktifan guru juga mengharapkan partisipasi aktif anak didik.
  • Asesmen kelas menggunakan prosedur formatif, bukan prosedur sumatif, jadi asesmen kelas lebih berorientasi pada proses daro pada hasil akhir.
  • Dengan adanya asesmen kelas, setiap kelas berkembang dalam budayanya sendiri berdasarkan tugas profesional guru yang terus berkembang.
  • Asesmen kelas dilakukan secara berkelanjutan melakui siklus umpan balik yang juga terus-menerus.
  • Asesmen kelas menggunakan praktik pengajaran yang memadukan asesmen dengan proses belajar yang sistematis melalui umpan balik. 

Berdasarkan karakteristik tersebut, ternyata asesmen kelas sangat mungkin dapat dilaksanakan di TK. Kebutuhan terhadap asesmen kelas ini cukup tinggi karena biasanya anak-anak akan memberikan reaksi, komentar atau umpan balik yang otomatis, wajar dan tidak direkayasa saat belajar. Respon tersebut sebagian besar terjadi pada alam bawah sadar mereka. Berbeda halnya apabila mereka diminta untuk mengisi kuesioner, dites atau diwawancara, sebagai proses yang berada di alam sadar, kemungkinan akan ada sesuatu yang berusaha ditutup-tutupi.
Apalagi untuk anak TK, yang biasanya sangat sensitif terhadap kehadiran orang asing atau kegiatan asing. Diperlukan sebuah cara meneliti yang lebih alami namun tetap dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Salah satunya adalah asesmen kelas tersebuat.

Tahapan-tahapan asesmen di kelas.

Tahapan asesmen secara garis besar terdiri dari 3 tahap, yakni :

Perencanaan
Pada tahap perencanaan, ada beberapa langkah yang harus kita lakukan yaitu :
Memilih kelas yang akan diases dengan kriteria yang telah kita tetapkan
Menentukan bidang pengembangan dan konsep yang akan diases serta topik / kegiatan dari bidang pengembangan tersebut
Merumuskan tujuan dan sub tujuan sesuai bidang pengembangan yang dipilih
Merumuskan berbagai pertanyaan berdasarkan tujuan yang ditetapkan untuk dijawab melalui pengamatan dan umpan balik
Merancang RPPH sesuai waktu yang dibutuhkan untuk mengases kelas
Menyusun kisi-kisi rangcangan penilaian melalui pengamatan, tanya jawab atau umpan balik lainnya
Membuat instrumen penilaian untuk memasukkan data yang didapatkan dari pengamatan
Menentukan langkah-langkah evaluasi untuk melihat keberhasilan belajar anak
Menyusun daftar ceklis untuk memasukkan hasil evaluasi ke lembar ceklis tersebut.

Penerapan
Tahap penerapan, langkah yang harus dilakukan adalah :
  • Mengajar sesuai RPPM dan RPPH yang telah disusun
  • Melakukan evaluasi 
  • Melakukan analisis, baik untuk anak maupun untuk guru.

Respon hasil asesmen
Pada tahap terakhir yaitu respon hasil asesmen, langkah yang perlu dilaksanakan adalah :
  • Membuat interprestasi hasil asesmen baik bagi anak maupun guru
  • Merancang perbaikan-perbaikan yang diperlukan bagi anak dan guru berdasar hasil interprestasi
  • Mengkomunikasikan hasil asesmen kepada anak, orang tua dan pimpinan lembaga; lalu menguji coba rancangan perbaikan berdasarkan respon yang diterima
  • Mengases dampak dari asesmen kelas yang telah dilakukan, baik bagi guru maupun anak.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Asesmen kelas adalah salah satu bentuk asesmen yang didesain untuk membantu para guru menemukan apa yang dipelajari anak dalam kelas dan bagaimana cara yang lebih efektif dan efisien untuk mempelajari hal tersebut. Asesmen ini dilakukan sendiri oleh guru dengan cara melakukan observasi, mengumpulkan umpan balik, merancang percobaan kelas, mempelajari anak belajar sampai dapat menemukan cara menyajikan pembelajaran yang paling tepat, efisien dan efektif.


DAFTAR PUSTAKA

Waseso Iksan.( 2005).”Evaluasi Pembelajaran TK”.Jakarta : PT.Universita Terbuka