MAKALAH PROSEDUR DAN METODE BIMBINGAN

PROSEDUR DAN METODE BIMBINGAN KELOMPOK
Makalah dibuat Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bimbingan Kelompok


Kelompok 5
Kelas 6B (GENAP)
Disusun Oleh :
Nabila Putri Gusmi          (2016141066)
Meta Puspa                        (2016141074)
Hartati                                (2016141073)


Dosen Pengampuh :
Arizona, M.Pd.,Cht


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
BIMBINGAN DAN KONSELING
UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG
Tahun Akademik 2019 -2020


KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rahmat yang diberikan-Nya sehingga Tugas Makalah yang berjudul “Prosedur dan Metode Bimbingan Kelompok” ini dapat kami selesaikan. Makala ini kami buat sebagai kewajiban untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Bimbingan Kelompok.
    Dalam Kesempatan ini, Kami menghaturkan terima kasih yang dalam kepada Dosen Mata Kuliah Bimbingan Kelompok Arizona, M.Pd yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk mengerjakan tugas ini dan juga semua pihak yang telah membantu menyumbangkan ide dan pikiran mereka demi terwujudnya makalah ini. Akhirnya saran dan kritik pembaca yang dimaksud untuk mewujudkan kesempurnaan makalah ini penulis sangat menghargai.
    Penulis menyadari, bahwa tulisan ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, karenanya saran dan pemikiran yang konstruktif sangat diharapkan untuk revisi selanjutnya. Semoga Tuhan Meridhai pengabdian ikhlas kita, Amin.


Palembang, 26 Febuari 2019
 

Kelompok 5






BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

    Salah satu jenis layanan bimbingan dan konseling yang diterapkan disekolah adalah layanan bimbingan kelompok. Bimbingan kelompok merupakan layanan yang diselenggarakan dalam suasana kelompok dengan memanfaatkan dinamika kelompok yang meliputi segenap bidang bimbingan (Mugiarso, 2007 : 69). Sedangkan menurut Prayitno dan Amti (2004 : 309) bimbingan kelompok merupakan layanan bimbingan yang diberikan dalam suasana kelompok. Sehingga dengan dilaksanakannya layanan bimbingan kelompok, siswa dapat memperoleh pengalaman, pengetahuan dan informasi yang berkaitan dengan perilaku sosial siswa di sekolah.
Menurut Gazda sebagaimana dikutip oleh Prayitno (2004: 309), bahwa bimbingan kelompok di sekolah merupakan kegiatan informasi kepada sekelompok siswa untuk membantu mereka menyusun rencana keputusan yang tepat. Bimbingan kelompok memiliki nilai yang khas, karena layanan ini memanfaatkan dinamika dalam kelompok selama proses layanan dilaksanakan. Sedangkan menurut Prayitno (1995: 62) bimbingan kelompok berarti memanfaatkan dinamika untuk mencapai tujuan-tujuan bimbingan dan konseling.
Layanan konseling kelompok merupakan salah satu layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Layanan konseling kelompok secara terpadu dalam pelaksanaan layanan bimbigan dan konseling disekolah. Sebagai kegiatan. Layanan konseling kelompok merupakan upaya bantuan untuk dapat memecahkan masalah siswa dengan memanfaatkan dinamika kelompok.
    Dalam rangka memberikan pelayanan bimbingan dan konseling mengenai masalah dalam kehidupan diperlukan berbagai metode dan teknik yang sesuai agar dapat mengembalikan  motivasi konseli dan dapat menyelesaikan masalahnya sendiri. Sebagaimana telah kita ketahui bahwa dalam pelayanan bimbingan dan konseling selalu berhubungan dengan teknik dan metode. Oleh karena itu  dalam makalah ini akan penulis uraikan bagaimana metode memahami konseli, dan dalam bagian ini akan dijelaskan pula mengenai teknik-teknik memberikan bimbingan dan bantuan dalam proses konseling kelompok.

Rumusan Masalah

Bagaimana Prosedur Umum Bimbingan Kelompok ?
Apa saja macam-macam metode dan teknik yang digunakan dalam Bimbingan Kelompok ?

Tujuan Masalah

Membantu para siswa yang mengalami masalah melalui prosedur kelompok.
Mahasiswa dapat mengetahui prosedur atau tahap-tahap pelaksanaan bimbingan dan konseling kelompok.


BAB II

PEMBAHASAN

Prosedur Umum Bimbingan Kelompok
Identifikasi kasus

    Identifikasi kasus merupakan langkah awal untuk menemukan peserta didik yang diduga memerlukan layanan bimbingan dan konseling. Robinson (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) memberikan beberapa pendekatan yang dapat dilakukan untuk mendeteksi peserta didik yang diduga mebutuhkan layanan bimbingan dan konseling, yakni :
Call them approach yaitu melakukan wawancara dengan memanggil semua peserta didik secara bergiliran sehingga dengan cara ini akan dapat ditemukan peserta didik yang benar-benar membutuhkan layanan konseling.
Maintain good relationship yaitu menciptakan hubungan yang baik, penuh keakraban sehingga tidak terjadi jurang pemisah antara guru pembimbing dengan peserta didik. Hal ini dapat dilaksanakan melalui berbagai cara yang tidak hanya terbatas pada hubungan kegiatan belajar mengajar saja, misalnya melalui kegiatan ekstra kurikuler, rekreasi dan situasi-situasi informal lainnya.
Developing a desire for counseling yaitu menciptakan suasana yang menimbulkan ke arah penyadaran peserta didik akan masalah yang dihadapinya. Misalnya dengan cara mendiskusikan dengan peserta didik yang bersangkutan tentang hasil dari suatu tes, seperti tes inteligensi, tes bakat, dan hasil pengukuran lainnya untuk dianalisis bersama serta diupayakan berbagai tindak lanjutnya.
Melakukan analisis terhadap hasil belajar peserta didik, dengan cara ini bisa diketahui tingkat dan jenis kesulitan atau kegagalan belajar yang dihadapi peserta didik.
Melakukan analisis sosiometris, dengan cara ini dapat ditemukan peserta didik yang diduga mengalami kesulitan penyesuaian sosial.

Identifikasi Masalah
    Identifikasi masalah merupakan upaya untuk memahami jenis, karakteristik kesulitan atau masalah yang dihadapi oleh peserta didik. Salah salah satu cara untuk memudahkan seseorang mengungkapkan atau menyatakan identifikasi masalah dengan baik adalah dengan mengetahui secara jelas masalah yang dihadapi.
Tujuan Identifikasi Masalah antara lain :
Konselor dapat mengenal kepribadian  peserta didik yang dianggap mempunyai masalah secara luas dan mendalam.
Konselor dapat memahami dan menetapkan faktor-faktor penyebab permasalahan yang dihadapi peserta didik.
Konselor dapat menentukan jenis layanan yang tepat sesuai dengan permasalahan klien.
Konseli dapat terbantu utuk memahami permasalahanya.

Diagnosis
    Diagnosis merupakan upaya untuk menemukan faktor-faktor penyebab atau yang melatar belakangi timbulnya masalah peserta didik. Dalam konteks Proses Belajar Mengajar faktor-faktor penyebab kegagalan belajar peserta didik, bisa dilihat dari segi input, proses, ataupun out put belajarnya.
    W.H. Burton membagi ke dalam dua faktor yang mungkin dapat menimbulkan kesulitan atau kegagalan belajar peserta didik, yaitu :

• Faktor internal
Faktor yang besumber dari dalam diri peserta didik itu sendiri, seperti kondisi jasmani dan kesehatan, kecerdasan, bakat, kepribadian, emosi, sikap serta kondisi-kondisi psikis lainnya.

• Faktor eksternal
Faktor yang bersumber dari luar, seperti lingkungan rumah, lingkungan sekolah termasuk didalamnya faktor guru dan lingkungan sosial dan sejenisnya.

Prognosis
Prognosis adalah istilah medis untuk menggambarkan kemungkinan akibat dari suatu masalah. Langkah ini dilakukan untuk memperkirakan apakah masalah yang dialami peserta didik masih mungkin untuk diatasi serta menentukan berbagai alternatif pemecahannya, Hal ini dilakukan dengan cara mengintegrasikan dan menginterpretasikan hasil-hasil langkah kedua dan ketiga. Proses mengambil keputusan pada tahap ini terlebih dahulu dilaksanakan konferensi kasus, dengan melibatkan pihak-pihak yang terkait dengan masalah yang dihadapi siswa untuk diminta bekerja sama guna membantu menangani kasus – kasus yang dihadapi. Misalnya Prognosis si A adalah suram, sementara si B memiliki prognosis baik.

Treatment
Langkah ini merupakan upaya untuk melaksanakan perbaikan atau penyembuhan atas masalah yang dihadapi klien, berdasarkan pada keputusan yang diambil dalam langkah prognosis. Jika jenis dan sifat serta sumber permasalahannya masih berkaitan dengan sistem pembelajaran dan masih masih berada dalam kesanggupan dan kemampuan guru pembimbing atau konselor, maka pemberian bantuan bimbingan dapat dilakukan oleh guru atau guru pembimbing itu sendiri (intervensi langsung), melalui berbagai pendekatan layanan yang tersedia, baik yang bersifat direktif, non direktif maupun eklektik yang mengkombinasikan kedua pendekatan tersebut.
Namun, jika permasalahannya menyangkut aspek-aspek kepribadian yang lebih mendalam dan lebih luas maka selayaknya tugas guru atau guru pembimbing/konselor sebatas hanya membuat rekomendasi kepada ahli  (alih tangan kasus).

Evaluasi dan Follow Up
Cara manapun yang ditempuh, evaluasi atas usaha pemecahan masalah seyogyanya tetap dilakukan untuk melihat seberapa pengaruh tindakan bantuan (treatment) yang telah diberikan terhadap pemecahan masalah yang dihadapi peserta didik.

Metode atau Teknik Bimbingan Kelompok

    Penggunaan teknik dalam kegiatan bimbingan kelompok mempunyai banyak fungsi selain dapat lebih memfokuskan kegaiatan bimbingan kelompok terhadap tujuan yang ingin dicapai tetapi juga dapat membuat suasana yang terbangun dalam kegiatan bimbingan kelompok agar lebih bergairah dan tidak cepat membuat siswa jenuh mengikutinya, seperti yang dikemukakan oleh Tatiek Romlah (2001: 86) “Bahwa teknik bukan merupakan tujuan tetapi sebagai alat untuk mencapai tujuan. Beberapa teknik yang biasa digunakan dalam pelaksanaan bimbingan kelompok yaitu, antara lain :
Teknik pemberian informasi (expository)
•    Teknik pemberian informasi disebut juga dengan metode ceramah, yaitu pemberian penjelasan oleh seorang pembicara kepada sekelompok pendengar. Pelaksanaan teknik pemberian informasi mencakup tiga hal, yaitu : perencanaan, pelaksanaan, penilaian.
•    Keuntungan teknik pemberian informasi antara lain adalah
Dapat melayani banyak orang
Tidak membutuhkan banyak waktu sehingga efisien
Tidak terlalu banyak memerlukan fasilitas
Mudah dilaksanakan disebanding dengan teknik lain.
•    Sedangkan kelemahannya adalah antara lain
Sering dilaksanakan secara menolog
Individu yang mendengarkan kurang aktif
Memerlukan keterampilan berbicara, supaya penejelasan menjadi menarik.
    Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan  tersebut, pada waktu memberikan informasi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:
Sebelum memilih teknik pemberian informasi, perlu dipertimbangkan apakah cara tersebut merupakan cara yang paling tepat untuk memenuhi kebutuhan individu yang dibimbing.
Mempersiapkan bahan informasi dengan sebaik-baiknya.
Usahakan untuk menyiapkan bahan yang dapat dipelajari sendiri oleh pendengar atau siswa.
Usahakan berbagai variasi penyampaian agar pendengar menjadi lebih aktif .
Gunakan alat bantu yang dapat memperjelas pengertian pendengar terhadap layanan yang disampaikan.

Diskusi kelompok
    Diskusi kelompok adalah percakapan yang telah direncanakan antara tiga orang atau lebih dengan tujuan untuk memecahkan masalah atau untuk memperjelas suatu persoalan. Dinkmeyer dan Munro dalam Romlah (2001: 89) menyebutkan tiga macam tujuan diskusi kelompok yaitu :
  • Untuk mengembangkan terhadap diri sendiri
  • Untuk mengembangkan kesadaran tentang diri
  • Untuk mengembangkan pandangan baru mengenai hubungan antar manusia.

Teknik pemecahan masalah (problem solving)
    Teknik pemecahan masalah mengajarkan pada individu bagaimana pemecahan masalah secara sistematis. Langkah-langkah pemecahan masalah secara sistematis adalah :
  • Mengidentifikasi dan merumuskan masalah
  • Mencari sumber dan memperkirakan sebab-sebab masalah
  • Mencari alternatif pemecahan masalah
  • Menguji masing-masing alternative
  • Memilih dan melaksanakan alternatif yang paling menguntungkan
  • Mengadakan penilaian terhadap hasil yang dicapai

Permainan peranan (role playing)
    Permainan peran ini di gunakan bertujuan untuk mengingat permasalah lebih jelas dan memudahkan untuk memecahkan masalahnya yang ada di dalam kelompok 
    Bennett dalam Tatiek Romlah (2001: 99) mengemukakan : bahwa permainan peranan adalah suatau alat belajar yang mengambarkan ketrampilan-ketrampilan dan pengertianpengertian mengenai hubungan antar manusia dengan jalan memerankan situasi-situasi yang paralel denga yang terjadi dalam kehidupan yang sebenarnya. Didalamnya Bennett menyebutkan ada dua macam permainan peranan, yaitu:
• Sosiodrama adalah permainan peranan yang ditujukan untuk memecahkan masalah sosial yang timbul dalam hubungan antar manusia.
•  Sedangkankedua adalah psikodrama adalah permainan yang dimaksudkan agar individu yang bersangkutan dapat memperoleh pengertian yang lebih baik tentang dirinya, dapat menemukan konsep dirinya, menyatakan kebutuhan-kebutuhannya, dan menyatakan reaksi terhadap tekanan-tekanan terhadap dirinya.

Permainan simulasi (simulation games)
    Menurut Adams dalam Romlah (2001: 109) menyatakan bahwa permainam simulasi adalah permainan yang dimaksudkan untuk merefleksikan situasi- situasi yang terdapat dalam kehidupan sebenarnya. Permainan simulasi dapat dikatakan merupakan permainan peranan dan teknik diskusi. Permainan ini juga di gunakan bertujuan untuk mempermudah memecahkan maslah dalam kelompok

Home room.
    Home room yaitu suatu program kegiatan yang dilakukan dengan tujuan agar guru dapat mengenal murid-muridnya lebih baik, sehingga dapat membantunya secara efisien. Kegiatan ini dilakukan dalam kelas dalam bentuk pertemuan antara guru dengan murid diluar jam-jam pelajaran untuk membicarakan beberapa hal yang dianggap perlu. Dalam program home room ini hendaknya diciptakan suatu situasi yang bebas dan menyenangkan, sehingga murid-murid dapat mengutarakan perasaannya seperti dirumah. Dalam kesempatan ini diadakan tanya jawab, menampung pendapat, merencanakan suatu kegiatan, dan sebagainya.

Karyawisata/ field trip
    Kegiatan rekreasi yang dikemas denga metode mengajar untuk bimbingan kelompok dengan tujuan siswa dapat memperoleh penyesuaian dalam kelompok untuk dapat kerjasama dan penuh tanggung jawab. Metode karyawisata berguna bagi siswa untuk membantu mereka memahami kehidupan ril dalam lingkungan beserta segala masalahnya . Misalnya, siswa diajak ke museum, kantor, percetakan, bank, pengadilan, atau ke suatu tempat yang mengandung nilai sejarah/kebudayaan tertentu.

Strategi
  • Konseling individual
  • Konsultasi
  • Konseling kelompok
  • Bimbingan kelompok
  • Pengajaran remedial

Orientasi
  • Orientasi perseorangan
  • Orientasi perkembangan
  • Orientasi permasalahan

Pelatihan dan Terapi
  • Tahap permulaan 
  • Tahap pelaksanaan 
  • Rainforcement
  • Kontak koningensi
  • Pemberian contoh
  • Gladi prilaku
  • Melatih
  • Penataan kembali kognisi
  • Pemecahan masalah
  • Tahap akhir


BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

    Bimbingan kelompok merupakan salah satu teknik bimbingan yang berusaha membantu individu agar dapat mencapai perkembangannya secara optimal sesuai dengan identifikasi kasus, identifikasi masalah, diagnosis, prognosis, Treatment dan Evaluasi dan Follow Up.
Metode dan teknik bimbingan kelompok merupakan suatu jalur atau jalan yang harus dilalui untuk pencapaian suatu tujuan agar proses bimbingan kelompok dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Adapun metode dan teknik bimbingan kelompok meliputi teknik pemberian informasi,diskusi kelompok, Teknik pemecahan masalah (problem solving), permainan peran, Permainan simulasi (simulation games), home room, Karyawisata/ field trip, Strategi, orientasi, Pelatihan dan Terapi.

Saran

    Setelah membahasan dari materi tersebut, diharapkan Mahasiswa dapat lebih mengetahui dan memperluas pengetahuan tentang Konsep Dasar Pengorganisasiam Bimbingan dan Konseling, di referensi atau sumber buku lainnya.


DAFTAR PUSTAKA

Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung : PT Rosda Karya Remaja.
Depdiknas, 2004. Dasar Standarisasi Profesi Konseling. Jakarta : Bagian Proyek Peningkatan Tenaga Akdemik Dirjen Dikti
Prayitno, dkk. 2004. Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling, Jakarta :
Depdiknas.
https://ewintri.wordpress.com/2009/02/14/prosedur-umum-layanan-bimbingan-dan-konseling/ Di akses pada 21 Febuari 2019 pukul 19:37
http://futi17.blogspot.com/2016/10/prosedur-atau-tahap-tahap-pelaksanaan.html Di akses pada 21 Febuari 2019 pukul 20:55
http://konselingkel.blogspot.com/ Di akses pada 22 Febuari 2019 pukul 17:05
http://duniakonselingandpsikologi.blogspot.com/2017/02/pendekatan-metode-dan-teknik-bimbingan.html Di akses pada 22 Febuari 2019 pukul 21:47
http://staffnew.uny.ac.id/upload/132309078/pendidikan/BK+Kelompok.pdf Di akses pada 23 Febuari 2019 pukul 21:33
https://bagawanabiyasa.wordpress.com/2018/01/13/layanan-bimbingan-kelompok/ Di akses pada 23 Febuari 2019 pukul 22:29
https://sucibki.wordpress.com/2016/05/07/metode-dan-teknik-bimbingan-konseling-kelompok/ Di akses pada 23 Febuari 2019 pukul 22:03
http://nuralamprasetyo.blogspot.com/2013/09/teknik-teknik-bimbingan-kelompok.html Di akses pada 23 Febuari 2019 pukul 22:55
http://riezkaratna73.blogspot.com/2013/10/teknik-teknik-bimbingan-kelompok.html Di akses pada 23 Febuari 2019 pukul 23:18
https://desyapulungan.wordpress.com/2016/10/13/teknik-teknik-bimbingan-kelompok/

Baca juga

Posting Komentar