17+ Produk Teknologi yang Berakhir di Tahun 2018 (Video)

"Datang akan pergi, lewat kan berlalu, pasang akan surut, bertemu akan berpisah" ~ Lirik Lagu Endank Soekamti - Sampai Jumpa 



Tidak ada yang abadi di dunia ini, semua datang dan pergi begitupun dengan teknologi. Apa yang populer dulu bisa habis hari ini, dan itu juga yang terjadi di dunia teknologi.




Di video ini kamu mau membahas 17 lebih produk teknologi yang resmi dinyatakan Tamat di 2018, dimana sebagian besar diantaranya mungkin pernah kamu pake sebelumnya.





1. Yahoo Messenger

Dulu ini adalah aplikasi messenger paling populer pada masanya. Sebelum ada BBM, WhatsApp, Line, dll menyerang, mayoritas orang chatting menggunakan Yahoo Messenger ini.
Tetapi karena kehadiran aplikasi messenger modern, Yahoo Messenger resmi ditutup Yahoo tepat pada 17 Juli 2018.

2. Path

Path sempat booming banget di Indonesia yang sayangnya tidak mampu bertahan di era modern  ini karena kalah populer dengan Instagram, Facebook, dll.
Karena makin sepi pengguna, Path ditutup tepat pada 18 Oktober 2018 lalu.

3. Bolt Super 4G
Bolt adalah salah satu pioner dari internet 4G di Indonesia, Bolt akhirnya resmi ditutup pada 28 Desember 2018 kemarin. Penyebabnya adalah karena Bolt menunggak biaya hak penggunaan frekuensi yang totalnya mencapai 343 miliar rupiah lebih! 
Sebelumnya sempat ada drama tarik ulur penutupan ini, karena Bolt mengajukan proposal damai dengan cicilan tunggakan, tetapi pada akhirnya ijin penggunaan frekuensi 2,4 GHz milik Bolt dicabut Kominfo, yang akhirnya membuat Bolt menutup layanan internetnya.

4. Canon Film Camera
Sebelum kamera digital populer seperti sekarang, yang populer adalah kamera film. Dan bulan Mei 2018 kemarin Canon memutuskan untuk berhenti menjual Canon EOS-1V, versi kamera film terakhir mereka. Jadi setelah 80 tahun ngeksis, sempat mengalami masa kejayaan juga, akhirnya perjalanan kamera film Canon, berakhir di tahun 2018.

5. Opera VPN
Aplikasi VPN ini populer banget karena nyediain VPN gratis dengan kecepatan lumayan kencang, sekaligus langsung include dengan ad-blocker bawaan.
Tetapi pada bulan April 2018 kemaren Opera resmi menutup Opera VPN untuk Android dan iOS, dan mengalihkan pengguna premium ke SurfEasy VPN.

6. Swype Keyboard
Swype Keyboard adalah aplikasi yang mempopulerkan swipe typing di Android. Tetapi tidak butuh lama bagi aplikasi keyboard lain untuk menerapkan swipe typing juga, bahkan keyboard bawaan Android sekarang juga punya fitur swipe typing.
Akhirnya di bulan Februari 2018 aplikasi Swype Keyboard resmi dimatikan dan kini sudah tidak ada lagi.

7. Google Tango
Google Tango atau Project Tango adalah project ambisius Google untuk membawa AR ke smartphone. Salah satu smartphone dengan Project Tango adalah Lenovo Phab 2 Pro. Tetapi karena butuh sensor khusus, maka perkembangannya cukup stagnan.
Google akhirnya menutup Project Tango bulan Maret 2018 kemarin, dan digantikan dengan ARCore yang tidak memerlukan sensor khusus.

8. Google URL Shortener
Mulai beroperasi dari 2009, Google URL Shortener atau goo.gl ini jadi salah satu URL shortener paling populer di Internet. Tapi di 30 Maret 2018 kemaren Google resmi menghentikan support mereka untuk Goo.gl, disusul pengguna baru nggak bisa bikin shortlink, dan sekarang bisa dibilang statusnya sekarat sampai dimatikan pada 30 Maret 2019 besok.

Google mematikan Goo.gl untuk diganti dengan Firebase Dynamic Links, tapi gak perlu khawatir, karena link yang sudah dibuat bakal bisa ke-redirect meskipun layanan Goo.gl sudah dimatikan.

9. Google Allo
5 Desember 2018 kemarin Google resmi mengumumkan kalo Google Allo bakal dimatikan, agar mereka bisa fokus ke aplikasi Android Messages. Jadi berbagai fitur unggulan Google Allo ini mulai diusung ke aplikasi Messages.
Sama seperti Goo.gl, Google Allo juga masih bisa dipake sampe Maret 2019, tapi statusnya udah sekarat, alias g ada update, g disupport lagi, dan gak bermasa depan.

10. Google+
Pada 8 Oktober 2018 kemarin Google resmi mengumumkan bakal mematikan versi konsumer Google+, ini buntut panjang dari bug security Google+ yang disembunyikan Google, dan juga karena sosmed ini gak laku ya. Google menyatakan kalo pengguna Google+ 90% cuman mengakses sosmed ini kurang dari 5 detik. Jadi Google+ konsumer bakal langsung dimatikan total pada April 2019. Padahal dulu Google+ ini dibuat utk bersaing dengan Facebook. Rest in Peace Google +

11. Google Inbox
Aplikasi ini bagus banget sebenarnya buat pengguna Gmail, tapi semua fitur dan keunggulannya seperti Smart Reply, Smart Compose, dan yang lainnya sudah diusung ke Gmail langsung — jadi pada 12 September 2018 kemarin, Google resmi mengumumkan bakal mematikan Inbox, yang saat ini statusnya juga sudah sekarat, sampai akhirnya dimatikan total pada Maret 2019 nanti.

12. Tor Messenger
Tahun 2015 Tor merilis Tor Messenger untuk bisa chatting dengan aman dengan mengenkripsi semua traffic. Tetapi karena Tor Messenger ini berbasis Instantbird, dan Instantbird ini udah gak dilanjutkan lagi developmentnya, maka Tor Messenger juga resmi dimatikan pada 2 April 2018.
Selain itu Tor juga mengakui kalo resource mereka terlalu minim untuk bisa melanjutkan pengembangan Tor Messenger.

13. Vine V2
Kamu pasti masih inget dengan Vine, dulu sempet populer tapi akhirnya dimatikan pada 2016 karena kesulitan untuk menguangkan. Nah co-founder Vine Dom Hofmann akhirnya menyatakan bakal membuat Vine V2 sebagai project pribadi. Banyak fans Vine udah excited untuk kemunculan Vine V2 ini, tetapi sayangnya pada 18 Mei 2018 kemarin Dom Hofmann menyatakan tidak lagi melanjutkan Vine V2 sampai waktu yang tidak ditentukan. Pertama karena masalah keuangan, yang kedua karena berbagai masalah legalitas yang dia hadapi.

14. Musical.ly
Setelah diakuisisi oleh Bytedance, Musical.ly ini akhirnya resmi dimatikan pada 2 Agustus 2018. Semua user, konten, dan fiturnya dimigrasi ke TikTok, yang akhirnya juga sangat populer termasuk di Indonesia.

15. Cydia App Store
Buat kamu yang sering jailbreak iPhone, pasti nggak asing dengan Cydia App Store. Jailbreak sempat jadi hal yang sangat populer di kalangan pengguna iPhone, tapi dibandingkan dulu, popularitasnya terus menurun. Dan founder Cydia Jay Freeman memutuskan untuk mematikan Cydia App Store karena tidak ada passion lagi untuk melanjutkannya, dan terlebih layanan ini banyak menguras uang pribadinya.

16. Apple Airport
20 tahun lalu Apple memperkenalkan router Apple Airport untuk memudahkan pengguna konek ke home network. Tetapi sekarang konek ke home network semakin mudah, ada banyak pilihan router di pasaran, bahkan banyak ISP juga langsung menyertakan router seiring dengan langganan paket internet. Karena itu pada 26 April 2018 kemarin Apple menyatakan berhenti memproduksi Apple Airport, dan produk ini tidak dilanjutkan lagi begitu stock yang ada sudah habis. Jadi statusnya cuman tinggal ngabisin stock yang tersisa aja.

17. iPhone dengan Tombol Home / Touch ID
Saat iPhone X dirilis tahun 2017 dulu, Apple masih merilis iPhone dengan tombol home / touch ID, yaitu iPhone 8 dan iPhone 8 Plus. Tapi di perilisan iPhone 2018 kemaren, tidak ada satupun versi baru iPhone yang punya tombol home / touch ID. iPhone Xs, Xs Max, dan Xr semuanya pake layar penuh tanpa tombol, dan cuman ngandelin Face ID aja tanpa fingerprint.

18. StumbleUpon
Di tahun 2000an, StumbleUpon ini populer banget dipake untuk nemuin konten menarik di internet. Tetapi semenjak munculnya Facebook, Twitter, dan sosial media lainnya, StumbleUpon makin ditinggalkan hingga pada 23 Mei 2018 kemarin sang Co-Founder mengumumkan bahwa StumbleUpon resmi dimatikan dan seluruh akun member dimigrasi ke Mix.com.

19. Groove Music iOS dan Android
Meskipun layanan Groove Music Pass sudah dimatikan Microsoft sejak Desember 2017, tetapi aplikasi Groove Music untuk Android dan iOS masih ada untuk memainkan musik yang tersimpan offline ataupun di cloud. Tetapi 1 Desember 2018 kemarin, Microsoft memutuskan untuk mematikan juga aplikasi Groove Music di iOS dan Android.

20. Newton Mail
Newton Mail atau yang dulu dikenal sebagai CloudMagic juga akhirnya mati karena kesulitan keuangan. Newton Mail ini bisa dibilang sebagai aplikasi email paling canggih dan kaya fitur, karena ada read receipt, bisa scheduling email, dan berbagai fitur keren lainnya.

Tetapi karena aplikasi email banyak dikuasai perusahaan besar seperti Google, Apple, dan Microsoft — ditambah harga Newton yang cukup mahal mencapai $50 per tahunnya, akhirnya Newton sulit bertahan dan ditutup pada 25 Desember 2018 kemarin.


Itulah dia 20 produk teknologi yang mati di tahun 2018, sampaikan di kolom komentar mana yang paling bikin kamu kehilangan. 

0 Response to "17+ Produk Teknologi yang Berakhir di Tahun 2018 (Video)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel